Muscab PPP Dharmasraya, Harry Permana Terpilih sebagai Tim Formatur

98
Ketua Formatur Pembentukan Kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Dharmasraya, Harry Permana ST.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, Harry Permana ST, terpilih menjadi salah seorang anggota tim formatur yang diketuai T Riffandy Pratama dari unsur Pimpinan Wilayah dalam sidang paripurna IV Tentang Penetapan Formatur Muscab IV Partai Persatuan Pembangunan yang akan bertugas menyusun struktur kepengurusan partai berlambang Ka’bah itu di Dharmasraya untuk periode 2021-2026.

Dalam sebuah perbincangan singkat dengan tokoh muda daerah itu, Minggu (17/10/2021), Harry sempat mengungkapkan tekadnya untuk membangun kekuatan politik baru yang akan menjadi corong aspirasi masyarakat kabupaten itu hingga tingkat nasional.

“PPP menerapkan sistem penyusunan kepengurusan di daerah dengan melibatkan seluruh unsur pengurus sejak dari Pimpinan Anak Cabang hingga Dewan Pimpinan Pusat, pola ini merupakan upaya akselerasi antar pengurus sehingga bisa satu komando dalam memenangkan pertarungan pada Pemilu 2024 nanti, ” ungkapnya.

Nantinya, lanjut Harry, secara berjenjang setiap kandidat Ketua DPC PPP akan dilakukan uji kelayakan serta analisa yang detail terhadap visi misi perjuangan partai dalam membangun semangat ke-Indonesiaan dan tentu saja tentang kiat mereka dalam melayani setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat.

Intinya, kandidat pimpinan di daerah haruslah diembankan pada tokoh yang memiliki kemampuan penguasaan wilayah baik secara administrasi, Geopolitik, Geososial hingga keberdayaan mereka untuk selalu hadir di tengah-tengah masyarakat luas.

“Selama ini masyarakat dipertontonkan dengan sebuah konsep ketokohan yang selalu dilayani, disanjung dan dipuja-puji meskipun miskin karya, dengan kehadiran skuad baru PPP maka hegemoni seperti itu merupakan sebuah kelemahan yang wajib segera ditiadakan karena masyarakat tidak butuh pembawa aspirasi yang manja dengan daya tarung rendah, “tegasnya.

Ia mengatakan, adapun salah satu beban tanggung jawab pengurus baru nantinya adalah bagaimana mengelaborasi seluruh elemen unsur kader senior dan kaum millenial yang saat ini sudah melebur menjadi semangat baru PPP dalam memenangkan persaingan merebut kursi legislatif di setiap tingkatan pemilihan.

Elaborasi dan kolaborasi tersebut, lanjutnya, sudah diuji coba pada Pilkada Serentak 2020 dan salah satu hasil yang membanggakan adalah berhasilnya kader-kader PPP di Dharmasraya memenangkan serta turut mengantarkan salah satu kader terbaik mereka dari kalangan milenial, Audy Joinaldy, menduduki jabatan Wakil Gubernur Sumatera Barat.

“Pencapaian tersebut sudah menjadi bukti bahwa PPP saat ini sudah berkembang pesat baik secara kualitas individu maupun kelembagaan politik, dan siap untuk bersaing ketat dengan partai-partai besar lainnya, ” sebut Harry.

Disinggung tentang kandidat terkuat yang akan dipercaya nantinya memimpin PPP di Kabupaten Dharmasraya, Harry Permana menegaskan proses seleksi tidak diarahkan pada satu kandidat seperti yang biasa terjadi di partai politik lainnya.

“Kami sepakat pada pemilihan kepengurusan kali ini akan memberikan kesempatan yang sama bagi setiap kader potensial untuk menjadi pengurus, seluruhnya akan memakai sistem musyawarah untuk mufakat sehingga potensi perpecahan diw tubuh partai bisa dieliminasi sekecil mungkin, ” tutupnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan, Hilman Ismail Metaerum, mengatakan bentuk penguatan oleh Partai Islam terbesar di Indonesia itu adalah dengan mengembangkan tren perekrutan para generasi milenial untuk berkiprah di PPP.

“Sejauh ini jutaan anak muda di Indonesia sudah mengeksiskan diri bergabung dengan PPP, ini merupakan darah dan semangat baru partai dan diyakini akan mampu merubah imej partai PPP sebagai partainya para orang tua, ” ulasnya.

Tak hanya sampai disitu, lanjutnya, dalam pelaksanaan pemilihan pengurus di daerah juga sudah dilakukan langkah-langkah taktis antara lain jika selama ini sistem pemilihan yang dianut berupa voting langsung, saat ini sudah diganti dengan sistem pembentukan formatur yang terdiri dari unsur DPP, DPW, DPC hingga Pengurus Anak Cabang (PAC).

“Formatur tersebut lah yang akan bekerja membentuk sebuah kelengkapan kepengurusan partai di tingkat kabupaten dan kota, dengan mengedepankan visi misi serta program yang diunggulkan disamping modal ketokohan yang dimiliki, ” jelasnya. (Yanti)

loading...