Masyarakat Sembilan Koto Keluhkan Jalan Penuh Lubang dan Sering Dihantam Longsor

Dharmasraya | Topsumbar – Warga Sembilan Koto Kabupaten Dharmasraya Provinsi Sumatera Barat mengeluhkan kondisi jalan banyak yang rusak berlubang serta sering dihantam longsor. Hal tersebut disampaikan langsung oleh salah seorang warga Kecamatan Sembilan Koto Romy (39 tahun) kepada Topsumbar, Kamis (11/03/2022).

“Kondisi jalan berlubang dan longsor seperti ini sudah cukup lama terjadi di sepanjang jalan Sembilan Koto, masyarakat sangat berharap supaya pemerintah bisa melakukan perbaikan segera, sebab jika dibiarkan berkemungkinan akan memakan korban,” ucap Romy yang merupakan warga Nagari Koto Nan Ampek Dibawuah.

Selain Romy, Kepala Sekolah SMAN 01 Sembilan Koto, Sumarmo yang juga rutin melewati jalan tersebut mengeluhkan hal yang sama. Dengan kondisi jalan berlubang dan longsor di sepanjang jalan Kecamatan Sembilan Koto, akan berakibat membuat kecelakaan bagi pengguna jalan.

Bacaan Lainnya

“Hal itu bahkan saya alami sendiri, Alhamdulillah kecelakaan ketika itu tidak sampai membuat saya patah tulang,” tutur Sumarmo.

Dirinya menambahkan, dari rumah nya yang berada di Blok B Sialang Gaung Kecamatan Koto Baru, hampir setiap hari dirinya menempuh rute jalan tersebut untuk menuju SMAN 01 Sembilan Koto, dengan jarak tempuh yang lumayan jauh.

“Ditambah dengan kondisi jalan yang rusak berlubang, musim hujan rawan longsor tentunya menjadi kendala saat berkendaraan, saya rasa bukan saya saja yang merasakan hal serupa masyarakat disini juga,” sambungnya.

Sejumlah titik jalan rusak dan longsor di Kecamatan Sembilan Koto dimulai dari Nagari Koto Nan Ampek Dibawuah, sampai ke Nagari Silago, berbeda dengan akses jalan ke Nagari Lubuk Karak jalan sempit harus ditempuh untuk sampai ke Nagari Lubuk Karak, jika ada kendaraan yang berpas-pasan maka salah satu mobil harus berhenti ke pinggir jalan.

Sementara, Nagari Banai dibanding nagari lain di Kecamatan Sembilan Koto akses jalannya tidaklah mulus, jika musim hujan, jalan tanah menuju pusat pemerintahan Nagari Banai di Jorong Padang Lalang sangat licin, apalagi Jorong Lubuk Labu terancam tidak bisa dilewati kendaraan atau bisa terjebak di dalam lumpur jalan.

Sebelumnya, Topsumbar.co.id pernah memberitakan mengenai kondisi jalan yang rusak di Jorong Padang Hilalang dan Jorong Lubuk Labu Nagari Banai Kecamatan Sembilan Koto Kabupaten Dharmasraya sangat berpengaruh pada ekonomi masyarakat. Rusaknya akses jalan bisa berakibat fatal mengingat masyarakat bukan petani sawah sehingga harus keluar nagari untuk membeli sembako.

Yahya Candra, Ketua Bamus Nagari Banai saat diwawancarai Topsumbar.co.id Selasa (02/11/2021) lalu mengatakan sedih dengan kondisi yang dirasakan sekarang ini.

“Sebagai warga Jorong Padang Hilalang saya sangat sedih, dimana akses jalan seperti ini rusak parah, belum lagi yang ke jorong Lubuk Labu terparah. Saat musim hujan jalan basah berlupur rawan kecelakaan, waktu tempuh lebih lama diperjalanan, biaya diperjalanan lebih besar, sehingga ekonomi kami menurun,” ungkap nya.

“Kami bukan petani sawah, untuk makan nasi kami harus beli beras keluar, jika kondisi jalan seperti ini bisa-bisa kami kelaparan di jorong Padang Hilalang dan Lubuk Labu ini,” sambungnya.

(Yanti)

Pos terkait