Manuver Pertama Asben Hendri Pjs Walikota Solok

195

Asben Hendri yang baru saja mengisi jabatan sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Walikota Solok telah menggagas inovasi baru di bidang penanganan kesehatan masyarakat.

Disaksikan oleh anggota DPRD Kota Solok, Forkopimda, beserta Asisten I Setda Kota Solok, dan Kepala Dinas Kominfo Kota Solok, Asben Hendri meluncurkan layanan Panggilan Darurat 112 untuk masyarakat daerah setempat.

Peluncuran inovasi baru tersebut dilaksanakan melalui aplikasi Zoom Meeting, Selasa 29 September 2020 di E-Gov Monitoring Room Balaikota Solok, dan kegiatan yang dikemas dengan rapi itu, terhubung dengan Dirjen Penyelenggara Pos dan Informatika Kementerian Kominfo Prof. Dr. Ahmad M. Ramli, SH, MH, dan pimpinan PT. Jasnita Telekomindo.

Dalam kesempatannya itu PJs Walikota Solok memaparkan, bahwa layanan panggilan darurat 112 tersebut, akan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses atau mengetahui tentang keadaan darurat di daerah setempat.

Menurut Asben Hendri, inovasi itu hadir dan disusun atas letak dan posisi geografis daerah Kota Solok, yang termasuk kedalam jumlah kota di Sumatera Barat yang rawan akan bencana alam seperti gempa bumi, banjir, pohon tumbang, dan bencana lainnya.

Lebih jauh Asben Hendri menyampaikan, terkait dengan inovasi yang diluncurkan itu, telah dilakukan uji coba pada bulan Oktober sampai Desember 2019 lalu, dan hasil dari hal tersebut telah didapati sebanyak 1.796 panggilan dari masyarakat.

“Layanan panggilan darurat 112 merupakan salah satu dimensi Smart City yaitu Smart Society,” ujar Pjs. Walikota Solok mengakhiri.

Sebelumnya, Dirjen Penyelenggara Pos dan Informatika Kementerian Kominfo, Ahmad M. Ramli mengatakan, Call Center merupakan bagian upaya pemerintah memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Call Center merupakan bagian paling penting.

Dan terkait dengan hal tersebut operasional inovasi baru itu harus dikemas dengan rapi agar terlaksana dengan maksimal.

“Selain memberikan layanan panggilan gratis, para pejabat yang bertugas harus bergerak cepat, paling lama dalam waktu 10 menit harus sudah ada reaksi dan interaksi kepada masyarakat,” pungkasnya.

(Gia)

loading...