Langkah Dan Kehilangan

146

Oleh : Witri Meilia Sari

Siswi SMAN 1 Solok Selatan

Hai para penikmat rindu
Apa saja yang telah kau ceritakan tentangku di masa itu?
Ketika para pecandu tak bisa lagi menikmati kolaborasi dari kopi
Ocehan yang dianggap hanya bahan candaan
Ternyata kau libatkan dengan perasaan, untuk memperoleh banyak partisipan.

Apa kabar?
Orang yang dulu dekat, kini sudah menjadi sekat
Koreografi ekspresimu sungguh lugu, sampai para syifu terpana akan hal itu
Apa kau dibalik semuanya?
Ketika pergerakan tak bernyawa sudah menghampiri pelosok dunia
Kombinasi persepsi tentang imajinasi yang tak kunjung menjadi mimpi.

Sudahkah bertemu?
Ketika sekian kalinya berdemokrasi untuk menggapai mimpi
Kehidupan ini sungguh tragis, bukan?
Aku butuh!
Ketika para pesuruh berhenti membuat gaduh
Koefisiennya tetap saja sama, siapa yang harus dibela, dan siapa yang harus di paksa.

Rindu?
Ya, sangat rindu.
Akan dunia yang dulu, sebelum para pemandu datang untuk bersekutu
Para penelaah dunia mengiyakan siapa yang harus dipertahankan
Kabinet kehidupan dipasang, untuk perangsang siapa yang tertantang.

Kehidupan?
Suatu masalah antara ada dan tiada
Siapa yang harus bicara?
Entah lah, terkadang berbicara pun percuma, untuk kita yang bukan siapa-siapa
Sekarang!
Jangan ingat lagi
Atur saja waktu untuk impian nanti
Siapkan tujuan untuk kata yang ingin diwujudkan.

loading...