Komisi III DPRD Pessel Usulkan Pengadaan Perahu Karet dan Mobil Damkar untuk Penanggulangan Bencana

79

Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat (Sumbar) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Kamis (16/09/2021) di Gedung DPRD Pesisir Selatan.

Rapat dipimpin oleh Ketua Komisi lll, Herpi Damson dari Fraksi Gerindra. Hadir dalam kegiatan tersebut, Anggota Komisi III DPRD Pesisir Selatan, Kepala OPD terkait (Dinas Perhubungan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan), Dinas Lingkungan Hidup, Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian Dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang), Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo)) dan Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Pesisir Selatan.

Dalam kesempatan itu, Anggota DPRD Pessel Novermal Yuska menyampaikan, dalam evaluasi kerja pertengahan tahun ini, banyak kendala yang terjadi sehingga perlu dilakukan evaluasi untuk menindaklanjuti sejumlah kegiatan yang belum terakomodir akibat refocusing anggaran.

Kemudian, kepada BPBD Pesisir Selatan, Novermal meminta penambahan 1 (satu) unit perahu karet lengkap dengan mesinnya dan 1 (satu) unit mobil pick-up guna mendukung opersional Tim Reaksi Cepat (TRC) yang berposko di Kecamatan Ranah Pesisir.

“Perahu karet dan mesinnya yang ada sekarang sudah tidak bisa digunakan, dan mobil operasionalnya tidak ada. Ini harus masuk program, karena perahu karet ini kebutuhan sehingga tahun 2022, bisa terakomodir,” kata Novermal.

Selain itu, Novermal juga menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan untuk mengadakan 1 (satu) unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) untuk penanggulangan bencana kebakaran di wilayah kecamatan Linggo Sari Baganti dan sekitarnya.

“Karena, untuk kecamatan Linggo Sari Baganti, termasuk juga Pancung Soal dan Air Pura kini ditangani oleh Posko Damkar Balai Selasa dan Tapan yang jaraknya sangat jauh, dan mobil Damkar sering tiba di lokasi kebakaran setelah semuanya hangus terbakar,” ungkapnya. (*)

loading...