Kelas Belajar, Fungsi Kelompok Tani yang Diutamakan

105

Anggota Kelompok Tani Bundung Jaya, Nagari Muaro Bodi, Kabupaten Sijunjung mengikuti SL (Sekolah Lapang) komoditas padi sawah melalui IPDMIP (Integrated Participatory Development Management of Irrigation Project) guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan berusahatani pada Senin (13/09) di hamparan sawah setempat.

“Selama ini kita hampir melupakan fungsi utama kelompok tani yakni kelas belajar,” demikian sambutan Koordinator BPP (Balai Penyuluhan Pertanian) Kecamatan IV Nagari Adpi Gunawan, SST diawal acara SL IPDMIP.

“Kita patut bersyukur dengan adanya IPDMIP maka kelas belajar berupa SL Padi sawah dapat terlaksana dengan baik,” lanjut Koordinator BPP Kecamatan IV Nagari.

“Berdasarkan kajian BPTP Sumbar, komponen utama dalam produktivitas padi sawah yaitu pupuk,” tutup Koordinator BPP Kecamatan IV Nagari dihadapan peserta SL IPDMIP. SL IPDMIP ini diikuti oleh 25 orang peserta dengan menghadirkan narasumber yaitu POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman)

Meta Silvia Roza, SP

Adapun materi yang disampaikan oleh POPT pada SL IPDMIP pertemuan ke sembilan ini adalah pembuatan MOL (Mikro Organisme Lokal).

Struktur tanah telah berubah sehingga tanah tidak mampu lagi menunjang pertumbuhan dan perkembangan tanaman padi, untuk itulah dibutuhkan perbaikan kondisi tanah sawah baik pisik, kimia dan biologinya.

“MOL yang akan kita buah berfungsi sebagai starter untuk mempercepat penghancuran kompos” demikian POPT menjelaskan.

“Salah satu jenis MOL yaitu yang bersumberkan buah dengan bahan antara lain air kelapa, gula merah, buah jeruk, pisang, semangka dan pepaya” lanjut POPT.

Anggota Kelompok Tani Bundung Jaya yang mengikuti SL IPDMIP selanjutnya mempraktekan pembuatan MOL dengan dibantu oleh POPT, PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) serta mahasiswa magang asal STIPER (Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian) Sawahlunto/Sijunjung.

(Gun)

loading...