Kadinkes Sawahlunto : “Jangan Sampai Ada Cluster Baru”

Hal itu dikemukakan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Sawahlunto Yasril, S.KM, MKM kepada topsumbar.co.id via whatsapp menjawab update terbaru covid-19 pada Selasa (11/05).

“Hari ini positif 1 orang, suspect 1 orang dan meninggal 1 orang,” ungkap Kepala DKK Sawahlunto.

“Secara komulatif positif covid-19 telah mencapai 633 orang dengan kesembuhan mencapai 557 orang dan meninggal dunia sebanyak 10 orang,” tukuk Kepala DKK Sawahlunto.

Bacaan Lainnya

Saat ini 21 orang karantina di Balai Diklat Tambang Bawah Tanah/Ombilin Mining Training Centre (BDTBT/OMTC), 7 orang isolasi di RSUD Sawahlunto, 1 orang isolasi di RS. Ahmad Muchtar-Bukittinggi, 3 orang isolasi di RSUP M. Djamil-Padang, 2 orang isolasi di RS. Hanafiah-Batusangkar, 23 orang isolasi mandiri dan 2 orang probable demikian Kepala DKK Sawahlunto menambahkan.

“Secara resmi Pemko Sawahlunto tidak mengizinkan shalat Idul Fitri di lapangan dan masjid karena sesuai Surat Edaran Gubernur Sumbar hanya zona hijau dan kuning yang dibolehkan, agar jangan sampai ada cluster baru,” ujar Kepala DKK Sawahlunto menutup wawancara.

(Gun)

Hal itu dikemukakan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Sawahlunto Yasril, S.KM, MKM kepada topsumbar.co.id via whatsapp menjawab update terbaru covid-19 pada Selasa (11/05).

Hari ini positif 1 orang, suspect 1 orang dan meninggal 1 orang ungkap Kepala DKK Sawahlunto.

“Secara komulatif positif covid-19 telah mencapai 633 orang dengan kesembuhan mencapai 557 orang dan meninggal dunia sebanyak 10 orang,” tukuk Kepala DKK Sawahlunto.

Saat ini 21 orang karantina di Balai Diklat Tambang Bawah Tanah/Ombilin Mining Training Centre (BDTBT/OMTC), 7 orang isolasi di RSUD Sawahlunto, 1 orang isolasi di RS. Ahmad Muchtar-Bukittinggi, 3 orang isolasi di RSUP M. Djamil-Padang, 2 orang isolasi di RS. Hanafiah-Batusangkar, 23 orang isolasi mandiri dan 2 orang probable demikian Kepala DKK Sawahlunto menambahkan.

“Secara resmi Pemko Sawahlunto tidak mengizinkan shalat Idul Fitri di lapangan dan masjid karena sesuai Surat Edaran Gubernur Sumbar hanya zona hijau dan kuning yang dibolehkan, agar jangan sampai ada cluster baru,” ujar Kepala DKK Sawahlunto menutup wawancara.

(Gun)

Pos terkait