Info Covid-19 Sumbar: Senin Pagi, 164 Orang Positif, PR Harian Catat Rekor Tertinggi

166

Jumlah warga Sumatera Barat (Sumbar) konfirmasi positif Covid-19 terus bertambah. Pagi ini dilaporkan pertambahan sementara terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 164 orang.

Dilaporkan juga Positivity Rate (PR) harian Sumbar catat angka tertinggi. Pertambahan sebanyak 164 orang tersebut, menurut Juru Bicara Penanganan Covid-19 provinsi Sumbar, Jasman Rizal adalah berdasarkan laporan sementara dari pemeriksaan sample spesimen dari Lab Unand

“Laporan hasil pemeriksaan sample tanggal 9 Mei 2021 yang keluar hari ini Senin, 10 Mei 2021 dengan jumlah pemeriksaan di Lab Unand yang dipimpin Dr. Andani Eka Putra adalah 541 sample. Dari 541 sample tersebut, terkonfirmasi terinfeksi Covid-19 (positif baru) sebanyak 164 orang atau 30.3% dan konversi 2x (sembuh) 20 orang,” ungkap Jasman dalam info laporan sementara juga diterimaTopsumbar.co.id. Senin, (10/05/2021) pagi.

Disebutkan Jasman, dengan positivity rate (PR) Sumbar hari ini 30.3%, merupakan PR harian tertinggi yang pernah terjadi di Sumbar selama masa pandemi Covid-19 yang telah berlangsung selama 61 minggu.

“Kami hanya ingin mengatakan, kondisi kita sudah semakin mengkhawatirkan. Perkembangan Covid-19 sudah semakin berbahaya,” sebutnya.

“Diharapkan Satgas Covid-19 Kabupaten dan Kota sampai ke Satgas Covid-19 tingkat Jorong, Dusun, RW dan RT kiranya segera melakukan berbagai upaya yang dianggap penting dan perlu sesuai kearifan lokal masing-masing, saling berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memutus mata rantai perkembangan Covid-19 di daerahnya masing-masing,” sambung Jasman.

Lebih jauh disebutkan Jasman, yang perlu jadi catatan kita adalah, bahwa dari data yang ada beberapa minggu terakhir sejak pertengahan April 2021, pertumbuhan dan pertambahan warga Sumbar positif terinfeksi Covid-19 sudah didominasi di daerah pelosok/perkampungan.

Hal ini diduga karena banyaknya warga yang curi star mudik dan mereka tidak memberlakukan protokol kesehatan sesuai aturan yang ada.

Begitu sampai di tujuan atau kampungnya, mereka langsung berinteraksi dengan keluarga dan masyarakatnya. Ini sangat berbahaya, karena bisa jadi ada diantara mereka yang telah terinfeksi namun tidak bergejala (OTG).

“Kita harapkan Satgas Kab Kota, Kecamatan, Nagari, Kelurahan, Desa sampai ke tingkat Dusun, Jorong, RW dan RT, tolong awasi orang yang baru datang dari manapun juga, apalagi yang baru datang dari luar propinsi,” tegasnya.

Harusnya mereka yang baru datang dari luar propinsi, tutur Jasman, tetaplah memberlakukan protokol kesehatan yang ketat, yaitu sebelum berinteraksi dengan masyarakat dan keluarganya wajib terlebih dahulu dipastikan negatif terinfeksi Covid-19. Caranya adalah karantina mandiri dengan kedisiplinan yang tinggi selama 14 hari atau PCR Test.

“Disamping itu, kita juga menemukan munculnya klaster baru perkembangan Covid-19 di beberapa wilayah,” tuturnya.

Dengan adanya kasus klaster baru di lokasi lokasi baru, imbuh Jasman, seharusnya telah menjadi perhatian kita bersama untuk lebih waspada lagi dengan perkembangan Covid-19 ini.

“Mari bersama kita lawan Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, disiplin dan tentu saja berserah diri kepada Allah SWT,” ajak Jasman.

“Selamat menunaikan ibadah puasa 1442 Hijriah / 2021 Masehi, semoga pandemi ini segera berakhir dan kita semua dilindungi oleh Allah SWT,” pungkas Jasman yang adalah juga Kepala Dinas Provinsi Sumbar.

Sementara itu, Topsumbar.co.id mencatat dengan pertambahan sementara 164 orang positif Covid-19 pagi tadi, maka total sementara kasus konfirmasi positif di Sumbar menjadi 39.330 orang. Sebelumnya pada update data Covid-19 Sumbar, kemarin, Minggu, (9/5/2021) tercatat 39.166 orang.

Kemudian dengan pertambahan sementara sembuh 20 orang, maka total sembuh menjadi 35.601 orang. Sebelumnya pada update data Covid-19 Sumbar, kemaren, Minggu, (09/05/2021) kemaren tercatat 35.581 orang.

(AL)

loading...