Edukasi Penjamah Makanan di Kantin Kampus Memasuki Masa New Normal

Pada akhir Maret rektor Unand mengeluarkan surat edaran tentang kegiatan kampus dalam rangka kewaspadaan Pandemi Covid-19 dilaksanakan dengan cara daring. Salah satu yang terkena dampak dari kegiatan bekerja dan belajar dari rumah ini adalah pelaku usaha di kantin Unand. Memasuki masa tatanan normal baru beberapa kantin di Unand mulai kembali beraktivitas. Pada awal bulan Juli tim pengabdian masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unand melakukan kegiatan edukasi kepada pelaku usaha kantin Unand tepatnya kantin yang masih melakukan aktivitas berdagang di Pujasera DPR (Dibawah Pohon Rindang) Unand. Kegiatan tersebut dimulai dari pengecekan kondisi kantin dan diskusi mengenai permasalahan yang dihadapi oleh pelaku usaha selama berjualan di kantin Unand hingga memberikan solusi yang ditawarkan agar kantin tersebut dapat menerapkan hygiene dan sanitasi dalam pengolahan makanan.

“Permasalahan yang terjadi selama pandemi ini sangat dirasakan oleh pengguna kantin Unand, sangat banyak dari mereka yang mengeluh karena aktivitas di kampus dihentikan untuk sementara maka kantin juga tutup. memasuki masa new normal mereka kembali berjualan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pandemi virus corona ini mengajarkan kita agar peduli terhadap kebersihan diri sendiri dan lingkungan agar terhindar dari virus tersebut. Oleh karena itu kita harus memulai menjaga hygiene dan sanitasi termasuk pada makanan kita,” kata Fea Firdani, Ketua Tim Pengabdian Masyarakat FKM Unand.

Kegiatan pengabdian tersebut dilakukan beberapa hari dimulai dari pengecekan kondisi kantin, edukasi mengenai hygiene dan sanitasi dalam pengolahan makanan, pemasangan leaflet di setiap etalase kantin terkait hygiene perilaku dalam mengolah makanan, penyerahan alat pelindung diri yang harus digunakan untuk menghindari terjadinya kontaminasi pada makanan, penyemprotan kantin dengan disinfektan serta memberikan bantuan sembako kepada pemilik kantin sebagai bentuk kepedulian Unand kepada sektor usaha yang terkena dampak virus corona. Selain itu dosen FKM unand tersebut mengajarkan teknik mencuci tangan yang tepat dengan menggunakan hand soap yang sudah disediakan. Tim pengabdian masyarakat dari Kesmas tersebut berharap ke depannya pemilik kantin lebih menjaga hygiene dan sanitasi selama beraktivitas di kantin baik dengan penggunaan alat pelindung diri serta menjaga kebersihan bahan makanan agar dapat memberikan makanan yang baik dan sehat.

Bacaan Lainnya

“Pemilik kantin Pujasera DPR Unand merasa sangat senang atas kepedulian dari unand memberikan edukasi hygiene dan sanitasi pada makanan. Mereka berharap disamping edukasi juga berharap diberikan bantuan perbaikan dapur yang belum memenuhi syarat dan standar CPPOB (cara produksi pangan yang baik) sehingga dapat mengendalikan risiko bahaya pada makanan dan menjaga keamanan makanan. Peserta kegiatan ini diikuti oleh Kantin Momsky, Zaitun, Cafe RG, Es Oyen, Kantin Ummi Kiki, dan beberapa kantin yang tergabung pada pujasera DPR.

Ke depannya kegiatan pengabdian ini akan dilanjutkan untuk seluruh kantin di lingkungan Unand agar edukasi ini sampai pada semua pelaku usaha di kantin Unand, agar kantin Unand menjadi kantin percontohan dalam menerapkan hygiene dan sanitasi makanan bagi kampus-kampus lain yang berada di Sumatera Barat. Selain itu juga akan dibentuk klaster kantin binaan yang dikelola dengan manajemen yang baik mulai dari tahap penyediaan bahan baku, pengolahan dan penyajian sehingga kantin tersebut benar-benar menjaga keamanan makanan agar tetap sehat dan bergizi. Diharapkan terciptanya kantin sehat di lingkungan Unand,” kata Fea.

(Ha/Rls)

Pos terkait