Dalam Rakor Gubernur dan Wagub Sumbar Puji Mentawai Punya Potensi Alam yang Lengkap

144

Pada hari kedua Rapat Koordinasi bersama Bupati Walikota se Sumatera Barat (Sumbar) di Auditorium Gubernuran, Selasa (09/03/2021) dalam rangka percepatan pembangunan Sumatera Barat.

Saat ini ada 6 (enam) kabupaten dan kota yakni, Kota Pariaman, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Pesisir Selatan, Sijunjung, Solok dan Kota Solok. Seluruh kepala daerah hadir untuk mengikuti acara yang sangat penting ini.

Sementara itu Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah memberikan kesempatan kepada Bupati Kepulauan Mentawai untuk menyampaikan program kegiatannya menyangkut singkronisasi kegiatan dengan Provinsi Sumbar.

Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet dalam Rakor melaporkan, bahwa substansi rencana pembangunan ekonomi masyarakat dalam rangka meningkatkan taraf ekonomi perlu peningkatan pengolahan hasil-hasil pertanian dan perikanan agar terwujud perubahan struktur ekonomi Mentawai dari struktur ekonomi primer (pertanian dan perikanan) ke arah industri pengolahan.

Menanggapi hal tersebut, Yudas Sabaggalet menyampaikan bahwa dalam mewujudkan transformasi ekonomi ada beberapa prasyarat yang dibutuhkan seperti, ketersediaan infrastruktur jalan, jembatan, pelabuhan, sarana transportasi, ketersediaan air bersih, dan energi.

“Inilah yang menjadi hambatan utama. Oleh sebab itu penyediaan infrastruktur dasar maupun infrastruktur pendukung ekonomi, masih menjadi program utama Kabupaten Kepulauan Mentawai saat ini,” ujar Yudas.

Bupati Mentawai berharap ada dukungan dari Pemprov Sumbar, melalui infrastruktur lainnya. Termasuk Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendekatan-pendekatan ekonomi kerakyatan.

Lanjutnya, ia berharap pembangunan Bandar Udara Rokot, Kecamatan Sipora Selatan bisa selesai dalam waktu 2-3 tahun mendatang yang tidak terlalu bermasalah. Pihak Pemkab Mentawai saat ini tengah mempersiapkan lahan, sedangkan masalah biaya, semuanya dari pemerintah pusat.

“Kita bersyukur Pemprov Sumbar selalu memberikan dukungan dalam hal pembangunan Mentawai,” ucapnya.

Dalam hal pembangunan Trans Mentawai yang panjangnya mencapai 360 km yang masih tahap pembukaan. Untuk pulau Sipora hampir semua desa sudah bisa dilalui melalui darat. Sementara itu di pulau Siberut masih ada kendala.

“Pulaunya besar dan banyak penduduk yang tinggal disana, jadi harapan kami bisa terselesaikan secepatnya,” kata Yudas.

Selanjutnya, disektor pertenakan, pertanian dan perikanan Yudas juga berharap ada dorongan dan dukungan dari Pemprov Sumbar, sehingga dengan kondisi begini pembangunan tahun 2022 bisa meningkatkan perekonomian masyarakat Mentawai.

Sementara itu Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menyampaikan memyangkut SDM Mentawai, pemprov akan manfaatkan SMK atau pun lulusan perguruan tinggi yang ada di Sumbar untuk bisa membangun Mentawai, termasuk tanaga kerja yang dikirim ke Jepang.

“Agar bisa mengembangan Mentawai meningkatkan ekonominya di segala sektor,” kata Mahyeldi.

Selain itu, Gubernur juga menyetujui pembangunan menara jaringan telekomunikasi maupun jaringan internet bisa maksimal. Pembangunan menara atau tower telekomunikasi sudah menjadi prioritas bagi Mentawai, khususnya di wilayah yang memiliki jaringan telekomunikasi kurang maksimal.

“Kita harus dukung itu, supaya Mentawai tidak lagi tertinggal informasi,” tuturnya.

Kemudian untuk ketersedian listrik di Mentawai sangat penting dalam pergerakan ekonomi masyarakat. Kalau adanya sumber daya alam mendukung untuk pembangkitan listrik perlu disegerakan.

Sebelumnya Menrawai sudah memiliki penerangan listrik dari PLTB bambu, untuk penerangan yang hanya untuk menghidupkan lampu dan tidak mampu menghidupkan barang elektronik seperti TV.

“Kita segerakan fasilitasi dengan mendatangkan investor-investor untuk membangun pembangkit listrik di Mentawai,” imbuhnya.

Wagub Sumbar Audy Joinaldy mengatakan berbicara mengenai wisata mengingatkan kekayaan sumber daya yang dimiliki Mentawai sangat dikenal di dunia. Salah satu yang sekarang kerap dibicarakan ialah keciamikan Kepulauan Mentawai karena anugerah alamnya super cantik.

Kepulauan ini mempunyai pilihan pantai dengan ombak besar yang sering kali dijajal oleh pecinta surfing dari mancanegara. Ini bisa menunjang kemajuan di bidang pariwisata di Mentawai

“Manfaatkan tahun 2021 ini, dikarenakan pandemi Covid-19 Mentawai akan diserbu oleh wisata dosmetik, bukan wasata asing. Turis Australia sudah pasti susah untuk masuk ke Sumbar dikarenakan protokol kesehatan,” terang Audy.

Sebenarnya Mentawai daerah yang kaya akan potensi alamnya, perlu dikelolah dengan matang. Seperti adanya lobster mutiara (panulirus ornatus) dan lobster pasir (panulirus homarus) menjadi lobster yang potensial untuk dikembangkan melalui sistem budidaya perikanan yang ada di Mentawai. Kedua jenis Lobster tersebut ada di Sipora dan Sikakap.

“Perlu kita sikapi segera, berikan peluang untuk ekspor ke luar negeri, sangat disayangkan kalau tidak kita kelola dengan baik,” tukasnya.

Audy juga mengatakan, tergantung bagaimana pemerintah daerah menyikapinya dengan mengelola ekosistem alam. Selain itu, ia minta Pemerintah Kabupaten Kepuluan Mentawai berupaya menggerakkan ekonomi masyarakat peningkatan kapasitas wirausaha, dan pengembangan home industry dan pariwisata yang berbasis desa dan berbasis masyarakat, seperti mendorong masyarakat membangun akomodasi seperti home stay.

“Karena Mentawai memiliki potensi pariwisata yang menjanjikan,” sebutnya.

(Nov/Hms)

loading...