Cara Kerja Hendrajoni Jadi Perbincangan Masyarakat

232

PESISIR SELATAN, TOP SUMBAR –Hendrajoni Bupati Pesisir Selatan sudah tidak asing lagi bagi masyarakat di Sumatera Barat, karena hingga saat ini berbagai prestasi dan capaian yang sukses diraihnya selama menjadi bupati di daerah pesisir pantai tersebut.

Purnawirawan perwira polisi asal Lengayang ini memiliki motto bekerja tuntas dan cepat, selain untuk memacu kinerja jajarannya, motto tersebut juga diarahkan untuk mendongkrak pembangunan di berbagai sektor di Pesisir Selatan.

Setidaknya dengan motto ini, rentang tiga setengah tahun kepemimpinannya, sudah banyak yang berubah di kabupaten berjuluk negeri sejuta pesona tersebut.

Bahkan beberapa kesempatan ia kerap berseloroh dengan berucap “apa yang tidak berubah di Pesisir Selatan, semuanya berubah”.

Hal tersebut memang benar adanya, semuanya berubah mulai dari jalan lintas Sumatera Padang – Bengkulu yang melewati daerah setempat, jalan lingkar KWBT Mandeh, pembangunan pasar kecamatan dan lainnya.

Namun semua itu tidak berubah begitu saja namun melalui kebijakan terukur, koordinasi menyeluruh hingga tim yang solid.

Pada beberapa kesempatan ia bahkan menandatangani dokumen penting di meja beralaskan seragam ajudannya. Hal itu bagi awak media dan pejabat teras merupakan pemandangan biasa namun tidak bagi masyarakat umum dan ini terus menjadi perbincangan dari kedai kopi ke kedai kopi di daerah setempat.

Seperti yang terjadi pada Senin (29/07/2019) ketika Bupati Hendrajoni, melakukan peninjauan lapangan untuk melihat persiapan pembebasan lahan guna lokasi pembangunan jalan dua jalur Salido Painan.

Kala itu, datang Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup, Pesisir Selatan, Beni Rizwan, SH, membawa sebuah map yang berisikan surat-surat dinas. Awalnya, Padli selaku ajudan ragu untuk menerima surat tersebut. Maklum sedang berada di lapangan.

Tapi tiba-tiba bupati memanggil Sekretaris LH, Beni Rizwan, “Apa itu surat, bawa ke sini,” kata bupati.

Kemudian bupati langsung memberi isyarat kepada ajudan, agar membungkukkan badannya. Maka jadi lah punggung sebagai “meja” untuk menandatangani surat tersebut.

Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni, sudah sering menandatangani surat-surat dinas di lapangan. Sebelumnya dilakukan di Padang, saat selesai mengikuti suatu acara di auditorium kantor Gubernur Sumatera Barat. (RD)

loading...