Bupati Pessel Hendrajoni Sampaikan Nota Keuangan APBD Tahun 2020

278

Bupati Pessel Hendrajoni dalam acara Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pessel

PESISIR SELATAN, TOP SUMBAR — Bupati Pesisir Selatan (Pessel) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Hendrajoni menyampaikan nota keuangan rencana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2020, dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Pessel Jamalus Yatim, Senin (21/10).

Hadir dalam kesempatan itu, Ketua DPRD Pessel Ermizen, Wakil Ketua DPRD Aprial Habas, Jamalus Yatim, Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Erizon, anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta pejabat eselon II dan III.

Dalam pidato penyampaian nota keuangan rencana APBD Tahun 2020, Hendrajoni mengemukakan tema pembangunan Kabupaten Pessel Tahun 2020 adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), dan infrastruktur untuk mewujudkan masyarakat sejahtera.

“Untuk mewujudkan tema tersebut, ditetapkan lima prioritas pembangunan antara lain, meningkatkan daya saing SDM, mengurangi kemiskinan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, penyediaan infrastruktur dan pengurangan kesenjangan antardaerah, peningkatan daya saing sektor unggulan serta peningkatan pelayanan publik dan implementasi reformasi birokrasi,” papar Hendrajoni.

Dilanjutkan Hendrajoni, rencana APBD disusun berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2006, tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, yang diubah dengan Permendagri Nomor 21 Tahun 2011, serta Permendagri Nomor 33 Tahun 2019 tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun 2020.

Menurutnya, dalam rencana APBD Tahun 2020, pendapatan daerah diprediksi Rp1,778.934.124.722, termasuk dalam pendapatan tersebut diantaranya adalah Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp151.013..933.074, dan Dana Perimbangan Daerah sebanyak Rp1.243.670.977.000, serta Dana Alokasi Umum (DAU) Rp 875.846.349.000.

“Sementara itu, sektor belanja daerah direncanakan sebesar Rp1.845.962.564.723, belanja daerah diantaranya belanja tidak langsung Rp1.077.540.975.455, dan belanja langsung Rp768.457.589.267,” sebutnya. (RD)

loading...