Antisipasi Tindakan Kriminal dan Kenakalan Remaja, Satpol PP Amankan Sembilan Pelajar yang Berkeliaran Saat Jam Pelajaran

150

Sembilan orang pelajar yang sedang berkeliaran di luar sekolah saat jam pelajaran diamankan oleh petugas Satpol PP pada Senin (16/08) pagi.

Awalnya patroli Satpol PP menemukan lima orang pelajar berseragam SLTA sedang asyik nongkrong di salah satu warung di Tembok Kelurahan Nan Balimo, dekat SMPN 3 Kota Solok. Petugas langsung mendatangi dan menanyakan maksud kelima pelajar itu nongkrong di warung tersebut pada jam pelajaran.

Para pelajar itu berdalih sedang mengerjakan tugas sekolah untuk diserahkan ke gurunya, namun petugas tidak mudah percaya begitu saja. Setelah berdiskusi dengan Danton, petugas memutuskan membawa kelima pelajar itu ke mobil Dalmas untuk diproses lebih lanjut di Mako Satpol PP. Satu di antara kelima pelajar yang terjaring adalah pelajar perempuan.

Setelah meninggalkan kawasan tembok, patroli dan pengawasan kembali dilakukan. Lagi-lagi personil menemukan empat orang pelajar yang sedang nongkrong sambil merokok di trotoar jalan Bundaran Simpang Sawah Sianik.

Ketika personil Satpol PP mendatangi mereka, para pelajar itu berusaha untuk kabur, namun dengan cekatan dan sesuai SOP petugas dapat mengamankan keempat pelajar tersebut, dan langsung menggiringnya ke dalam mobil Dalmas untuk dibawa ke Mako Satpol PP.

Sampai di Mako Satpol PP, para pelajar yang terjaring langsung diarahkan untuk berbaris dan didata oleh penyidik. Sebelum dikembalikan kepada orang tua masing-masing, para pelajar yang terjaring ini diberikan pembinaan dan nasehat agar tidak bolos lagi saat jam pelajaran berlangsung.

“Patroli dan pengawasan pelajar sekolah sebagai langkah antisipasi tindakan kriminal dan kenakalan remaja, momen-momen seperti ini rentan terjadi tawuran antar sekolah,” kata Kasi Pengawasan dan Pembinaan Adhitya Nukgraha.

Adhitya menegaskan jajarannya akan selalu rutin memantau anak sekolah yang berkeliaran saat jam pelajaran berlangsung, terlebih lagi dalam situasi pandemi Covid-19 dan penerapan PPKM di Kota Solok.

Kasi pengawasan dan pembinaan juga mengatakan pihaknya akan bekerjasama dengan sekolah-sekolah yang siswanya terjaring razia agar pihak sekolah dapat mengetahui dan memantau aktifitas siswa yang tidak masuk sekolah.

(gra)

loading...