Antisipasi Gangguan Kamtib di Rutan Padang Panjang, Ini Terobosan Terbaru Ka. Rutan

Kepala rumah tahanan negara (Ka. Rutan) kelas II B Padang Panjang, Rudi Kristiawan kembali melakukan terobosan.

Setelah pekan lalu menginisiasi pembuatan alarm kamar warga binaan pemasyarakatan (WBP) memamfaatkan rantai dan gembok bekas.

Terbaru, Senin, (20/9/2021), Rudi memberikan pelatihan pengendalian huru hara dan beladiri praktis bagi seluruh pegawai Rutan.

Bacaan Lainnya

Pemberian pelatihan dimaksud, kata Rudi, adalah dalam rangka meningkatkan kapasitas SDM bagi seluruh petugas pemasyarakatan.

“Urgensi lainnya dari pelatihan dimaksud adalah guna mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban (Kamtib) di dalam Rutan,” kata Rudi melalui keterangan tertulis diterima Topsumbar.co.id.

Dalam pelatihan pengendalian huru hara dan beladiri praktis ini, sebut Rudi, rumah tahanan negara Padang Panjang atau kerennya disingkat Rupajang bekerjasama dengan Batalyon Kompi B Brimob Padang Panjang.

“Kegiatan pelatihan ini berlangsung selama 5 hari, mulai Senin, (20/9/2021) ini, sampai dengan Jumat, (24/9/2021) dengan dipimpin instruktur Iptu. Katijan dan anggota Aiptu. L.A Putra,” sebut Ka.Rutan yang belum genap usianya 33 tahun ini.

Lebih lanjut dipaparkan Rudi, kegiatan pelatihan pengendalian huru hara dan beladiti praktis bagi seluruh pegawai Rutan Padang Panjang dilakukannya dengan berbagai tujuan sangat penting.

Pertama, merupakan bentuk peningkatan sinergitas kerjasama antara Kemenkumham dengan Polri yaitu Satuan Brimob.

Kedua, adalah upaya pembekalan pencegahan terjadinya gangguan Kamtib seperti kerusuhan, pemberontakan, dan demo dalam Lapas/Rutan.

“Kita tidak pernah berharap adanya kejadian itu, tapi misalnya hal terburuk pun terjadi. Minimal kita sudah antisipasi dari jauh hari sebelumnya. Bukan setelah terjadi kejadian baru kita sibuk latihan. Tentunya pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami semuanya,” papar Rudi.

Tak kalah pentingnya, imbuh Rudi, kegiatan pelatihan dimaksud dapat dijadikan ajang untuk mengasah, menambah kemampuan SDM, dan sekaligus merefresh pikiran semua pegawai Rutan.

“Saya tahu dan paham mungkin dulu tidak semua pegawai dilatih hal-hal seperti ini. Mungkin ada yang belum dan mungkin ada juga yang sudah diajarkan tapi sudah lupa karena tidak dipraktekkan,” imbuh Rudi menambahkan.

Terakhir, kami ucapkan terimakasih kepada jajaran Brimob atas sinegritas dan partisipasinya melatih semua pegawai Rupajang.

“Saya ucapkan selamat berlatih kepada jajaran saya semuanya, ambil ilmu yang diberikan instruktur dengan baik dan ikuti dengan semangat,” tutup Ka.Rutan asal Blora itu.

(AL)

Pos terkait