Ahli Syorga dan Ahli Neraka Dikalangan Umat Nabi Muhammad SAW

248

Kajian Jumat Oleh: Amri Zakar Mangkuto Malin, SH, M.Kn

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْه ُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اما بعـد

Kaum muslimin rahimakumullah.

Pembaca top sumbar yang setia.

Pada kajian jumat ini, pembaca akan diajak untuk memikirkan, merenungi nasib sendiri-sendiri, untuk menilai diri sendiri, sebenarnya saya ini ahli syorga atau ahli neraka?

Untuk menjawab ini tidak cukup hanya dengan modal nekad berbuat baik, modal nekad adalah berbuat baik tanpa ada ilmu berbuat baik, sehingga habis kebaikan itu karena perilaku yang dilarang. Contoh kisah nya bisa kita lihat di bawah ini:

Kisah pertama

Alkisah, ada ahli ibadah masa lalu ,beribadah ratusan tahun lamanya, ketika ditanya Alloh SWT lewat malaikat, karena siapa engkau beribadah? Saya beribadah karena ingin syorga sahutnya, maka Alloh murka dan memasukkannya ke neraka, lantas dimana posisi Alloh ketika engkau beribadah?

Maka ahli ibadah itu mengubah niatnya, dia beribadah bukan karena ingin syorga, tetapi beribadah karena Alloh SWT, maka Alloh SWT pun memasukkannya ke syorga.

Maka jangan beribadah karena berharap fadhilah, karena fadhilah itu motivasi beribadah bukan niat ibadah.

Kisah kedua

Ahli amal sholeh,yang suka memamerkan dan menyebut-nyebut kebaikannya dihadapan teman, rekan dan jemaahnya.

Maka Alloh berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir. “ (QS. Al Baqarah:264).

Kisah ketiga

Hadis dari Abu Hurairah yang diriwayatkan  Imam Muslim, An-Nasa’i, Imam Ahmad dan Baihaqy ini meriwayatkan, ada seorang mujahid, seorang alim, dan seorang dermawan. Bukan surga yang diperoleh, justru neraka yang didapat ketiganya. Kenapa?

Orang pertama, Karena orang yang katanya mati syahid dan ingin mencari jalan syahid itu niatnya karena ingin dijadikan pahlawan atau orang pemberani pembela yang haq.

Orang kedua, pekerjaannya mengajarkan alquran (guru tilawah) dan qori/qoriah, dia dimasukkan ke neraka karena belajar alquran untuk menjadi juara MTQ dan ingin disebut sebagai qori dan ahli alquran berbangga bangga diri.

Orang ketiga, yang suka berderma menolong orang, katanya ikhlas, tetapi dihatinya niatnya agar disebut orang dermawan dan meraih simpati dari orang banyak.

Maka ketiga jenis perilaku ini tidak baik dimiliki oleh umat nabi Muhammad SAW, karena dapat merusak kebaikan.

Ternyata, ketiga kisah itu adalah orang baik,yang tidak berilmu tentang berbuat baik, akibatnya kebaikannya habis dikikis oleh perilaku tak baiknya.

Tentu tidak cukup sampai disini, berikut ini akan disajikan beberapa perilaku umat Nabi Muhammad SAW yang masuk syorga karena amalnya yaitu:

GOLONGAN AHLI SYORGA DARI UMAT NABI MUHAMMAD SAW KARENA PERILAKU AMAL SHOLIHNYA

Secara umum Rasulullah SAW menggambarkan ahli syorga itu dalam alquran yaitu: seperti pada surah al-Mukminun [23] ayat 1-11, Allah SWT menyebutkan tujuh golongan pewaris syorga Firdaus. Siapa sajakah mereka?

Pertama, Tujuh jenis amal/perbuatan yang menjadikan seseorang ahli syorga, yaitu: 1) Orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya (orang yang sholat hanya teringat Alloh selama mendirikan salat), 2) orang-orang yang menjauhkan diri dari perbuatan tidak berguna, 3) orang-orang yang menunaikan zakat, tentunya inilah perilaku orang kaya yang bisa memasukkannya ke syorga., 4) orang-orang yang menjaga kemaluannya dari perbuatan keji dan zina, 5) orang-orang yang menahan pandangannya, 6) orang-orang yang memelihara amanah dan menepati janji, dan 7) orang-orang yang memelihara salatnya.

Kedua, adalah para syuhada yang mati syahid, seperti yang meninggal karena covid 19.
Rasulullah SAW bersabda: Orang yang mati syahid di sisi Allah mempunyai enam keutamaan; dosanya akan diampuni sejak awal kematiannya, diperlihatkan tempat duduknya di surga, dijaga dari siksa kubur, diberi keamanan dari ketakutan yang besar saat dibangkitkan dari kubur….,” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Yaitu Barangsiapa terbunuh di jalan Allah maka dialah syahid, dan siapa yang mati di jalan Allah juga syahid, siapa yang mati karena suatu wabah penyakit juga syahid, siapa yang mati karena sakit perut juga syahid. Ibnu Miqsam berkata, Saya bersaksi atas bapakmu mengenai hadits ini, bahwa beliau juga berkata, orang yang meninggal karena tenggelam juga syahid,” (HR. Muslim).

AHLI NERAKA DARI KALANGAN UMAT NABI MUAHMMAD SAW

Banyak perilaku umat nabi Muhammad SAW yang akan memasukkannya ke dalam neraka, diantaranya adalah:

Pertama, berbuat menghalang-halangi orang berbuat baik, melanggar batas larangan Alloh SWT dengan berbuat syirik kepada Alloh SWT (mengadakan tuhan selain Alloh SWT), sebagaimana firman Alloh SWT: “Lemparkanlah olehmu berdua ke dalam neraka semua orang yang sangat ingkar dan keras kepala, yang sangat menghalangi kebajikan, melanggar batas lagi ragu-ragu, yang menyembah sesembahan yang lain beserta Allah, maka lemparkanlah dia ke dalam siksaan yang sangat.” (QS. Qaf: 23-26).

Kedua, orang munafik, yang suka berkata tak sesuai dengan apa yang dikerjakan. Artinya: Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka. Al Quran salah satunya dalam surat An-Nisa ayat 145.

Apa saja ciri perilaku orang munafik? Yaitu Dari Abdullah bin Amr RA, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Barangsiapa tertanam dalam dirinya empat hal, maka ia benar-benar seorang munafik sejati, dan barangsiapa dalam dirinya terdapat salah satu dari empat hal, maka dalam dirinya tertanam satu kemunafikan sehingga ia meninggalkannya, (yaitu) (1) Apabila berbicara ia berdusta (2) Apabila membuat kesepakatan ia mengkhianati (3) Apabila berjanji ia mengingkari (4) Apabila berdebat ia tidak jujur.’

Namun di dalam hadits Sufyan disebutkan, ‘Barangsiapa dalam dirinya terdapat salah satu dari empat hal ini maka di dalam dirinya terdapat salah satu ciri kemunafikan.‘”(HR. Muslim) inilah ahli Neraka.

Ketiga, orang yang menjadikan sembahan dan peribadan selain kepada Alloh SWT, dia menjadi ahli Neraka Jahim sebagaimana dijelaskan dalam Al Quran surat Asy-Syu’araa ayat 91. Artinya: “Dan diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang-orang yang sesat, yaitu disediakan bagi orang yang menyembah tuhan selain Alloh dan beribadah karena selain Alloh (RIA) dalam perbuatannya”.

Maka jangan sesekali berbuat baik karena ingin dipuji dan disanjung manusia.

Keempat, ahli Neraka Saqar sebagai satu dari nama-nama neraka ada dalam Al Quran surat Al-Mudatsir ayat 42-43 artinya:”Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)? Mereka menjawab: Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat.

Kelima, ahli Neraka Huthamah, sebagaimana disebutkan dalam Al Quran surat Al-Humazah ayat 5 dan 6, Artinya :”Dan tahukah kamu apa Huthamah itu? (Yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan. (Allah SWT menyiapkan neraka huthomah untuk mereka yang kerap mengumpat, mencela, dan berprasangka buruk).

Keenam, ahli Neraka Sa’ir, sebagaimana dijelaskan dalam Al Quran surat An-Nisa ayat 10 Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim.

Ketujuh,wanita yang berpakaian tetapi telanjang (pakaiannya tipis/transparan membentuk lekuk tubuh,ketat,dan menyerupai laki-laki, sebaliknya laki laki yang berpakaian demikian dan menyerupai wanita).

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Di antara yang termasuk ahli neraka ialah wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang. Yang berjalan dengan lenggak-lenggok untuk merayu dan untuk dikagumi. Mereka ini tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya.” (HR Muslim).

Kedelapan, wanita yang berpenampilan laki laki dan sebaliknya. Sebagaimana hadist Rasulullah SAW: ‘Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan para wanita yang menyerupai laki-laki (HR. Imam Bukhori).

Sehingga demi bermain peran seperti dalam film, lelucon, rela berpenampilan lai laki menjadi wanita dan sebaliknya, maka itu menjadikan pelakunya dilaknat dan ahli neraka.

Kesembilan, orang yang suka memfitnah dan adu domba. Nabi Muhammad  mengisahkan dalam hadist mikraj bahwa ada kaum yang menggunting lidahnya sendiri dengan besi, tiap kali selesai digunting, lidah itu tumbuh kembali, hal itu terjadi terus menerus tanpa henti.

“Kenapa mereka” tanya Nabi Muhammad “Mereka adalah para pengkhotbah yang menyebar fitnah.”

Dengan adanya beberapa peringatan di atas, bagi umat nabi Muhammad SAW yang sudah berbuat baik, koreksilah kebaikan dan amal sendiri apakah sudah sesuai dengan syariat beribadah kepada Alloh SWT, jangan sampai kebaikan itu disertai niat-niat dan perilaku-perilaku yang akan menghabiskan kebaikan.

NUUN WALQOLAMI WAMA YASTHURUN.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

(Sukabumi, Jumat, 22 Oktober 2021)

Penulis merupakan seorang pendakwah, dosen, penulis buku dan praktisi hukum

loading...