Diskusi Panel Stunting, Wawako Ramadhani: Intervensi Stunting Harus Dimulai dari Remaja dan Calon Pengantin

Kota Solok | Topsumbar – Peningkatan kualitas manusia Indonesia merupakan salah satu misi sebagaimana tertera pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 dengan salah satu indikator dan target adalah prevalensi stunting (pendek dan sangat pendek) pada balita yaitu 14 persen pada Tahun 2024.

Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan Stunting telah ditetapkan lima strategi nasional dalam percepatan penurunan stunting, yaitu, peningkatan komitmen dan visi kepemimpinan di kementerian/lembaga, pemerintah daerah provinsi, pemerintah daerah kabupaten/kota, dan pemerintah kampung/desa.

Selanjutnya, Peningkatan komunikasi perubahan perilaku dan pemberdayaan masyarakat, peningkatan konvergensi intervensi spesifik dan intervensi sensitif di kementerian/ lembaga, pemerintah daerah provinsi, pemerintah daerah kabupaten/kota, dan pemerintah kampung/desa.

Bacaan Lainnya

Kemudian, peningkatan ketahanan pangan dan gizi pada tingkat individu, keluarga, dan masyarakat. Dan yang terakhir penguatan dan pengembangan sistem, data, informasi, riset, dan inovasi.

“Intervensi stunting harus kita mulai dari hulu yaitu kepada remaja dan calon pengantin. Pastikan remaja-remaja memahami akan pentingnya kebutuhan gizi sejak dari remaja serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” kata Wakil Wali Kota Solok Dr. H. Ramadhani Kirana Putra saat membuka kegiatan diskusi panel pencegahan stunting bersama Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Solok di The Wish Hotel, Rabu (3/8/2022).

“Kemudian calon pengantin pastikan telah melakukan pemeriksaan kesehatannya di layanan kesehatan setempat, mendapatkan bimbingan perwakinan serta KIE dari petugas di lapangan atau pendamping keluarga” sambung Ramadhani yang sekaligus merupakan Ketua TPPS Kota Solok.

Angka prevalensi stunting di Indonesia masih cukup tinggi, sedangkan waktu efektif yang tersisa hanya 2,5 tahun. Untuk mencapai target tersebut tentunya tidaklah mudah, tetapi dengan kerja keras dan saling bahu-membahu dari semua komponen dan elemen bangsa, pemerintah maupun swasta serta perguruan tinggi dan LSM.

“Dibutuhkan dukungan dan bantuan dari semua pihak untuk menyukseskan percepatan penurunan stunting di Indonesia menjadi 14% pada akhir tahun 2024. Mari bergerak bersama menyukseskan program nasional ini untuk generasi Indonesia yang berkualitas,” ajak Wawako.

Sebelum menutup sambutan Wawako ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah meluangkan waktu untuk kegiatan ini, diskusi ini sangat penting dalam mempersiapkan generasi muda untuk siap menghadapi bonus demografi 2045 mendatang.

Hadir pada kesempatan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat yang diwakili Kabid KBKP Rismiati, SE, Sekretaris DPPKB Kota Solok, Ketua Penyelenggara Hasmuy Raharini, S. ST serta seluruh Tim Percepatan Penurunan Stunting Kota Solok. (gra)

 

Dapatkan update berita pilihan seputar Sumatera Barat hari ini dari Topsumbar.co.id. Mari bergabung di Grup Whatsapp “TOPSUMBAR|Media Online”, caranya klik link https://chat.whatsapp.com/HIjz25fqv3j6AguRPbSoeT, kemudian join. Anda harus install aplikasi Whatsapp terlebih dulu di ponsel.

Pos terkait