Menu

Mode Gelap
Hari Bhakti Adhyaksa ke-62, Kejari Sijunjung Gelar Jalan Santai Unit Kerja Kantor Imigrasi Dharmasraya Akan Dibentuk, Sutan Riska : Urus Paspor Tak Perlu ke Luar Daerah Padang Kembali Cari Wali Kota Cilik Bersama Mentari Meraih Mimpi Menuju Indonesia Emas 2045 Wagub Sumbar: Pelaku UMKM Harus Go Digital Untuk Hadapi Tantangan Global

Bukittinggi · 19 Jul 2022 12:12 WIB ·

AKBP Wahyuni Sri Lestari, SIK Ukir Sejarah, Menjadi Polwan Pertama Jabat Kapolres Bukittinggi


 AKBP Wahyuni Sri Lestari, SIK Ukir Sejarah, Menjadi Polwan Pertama Jabat Kapolres Bukittinggi Perbesar

Bukittinggi | Setelah menjalani kegiatan serah terima jabatan (Sertijab) di Mapolda Sumbar, Selasa, 19/07/2022 yang di pimpin Kapolda Sumbar Irjen Pol Teddy Minahasa P, S.H., S.I.K.,M.H.

Tongkat komando Kapolres Bukittinggi resmi di serah terima dari AKBP Dody Prawiranegara, S.H, S I.K, M.H kepada AKBP Wahyuni Sri Lestari, S I.K.

Menjabat sebagai Kapolres di Kota Bukittinggi, menjadikan AKBP Wahyuni Sri Lestari, S.I.K, sebagai Polwan (Polisi Wanita) pertama yang menjabat sebagai Kapolres Bukittinggi.

Semenjak Kapolres Bukittinggi/Kapolres Agam pertama yang dijabat Letkol. Pol. MY. Pinem di tahun 1971, AKBP Wahyuni Sri Lestari, S.I.K, adalah Kapolres ke 31 yang menjabat di Polres Bukittinggi.

Selain menjadi Kapolres Bukittinggi pertama yang dijabat seorang Polisi Wanita (Polwan), AKBP Wahyuni Sri Lestari, S.I.K, juga menjadi Polwan Pertama yang memegang Komando Kepolisian Resor di Kota kelahiran Polwan (Polisi Wanita) Republik Indonesia.

Dikutip dari situs resmi museumpolri.org tentang sejarah Polisi Wanita (Polwan) Pada awal tahun 1948, terdapat kesulitan-kesulitan pada pemeriksaan korban, tersangka ataupun saksi wanita terutama pemeriksaan fisik untuk menangani sebuah kasus. Hal tersebut mengakibatkan polisi sering kali meminta bantuan para istri polisi dan pegawai sipil wanita untuk melaksanakan tugas pemeriksaan fisik.

Organisasi wanita dan organisasi wanita Islam di Bukittinggi berinisiatif mengajukan usulan kepada pemerintah agar wanita diikutsertakan dalam pendidikan kepolisian untuk menangani masalah tersebut.

Cabang Djawatan Kepolisian Negara untuk Sumatera yang berkedudukan di Bukittinggi memberikan kesempatan mendidik wanita-wanita pilihan untuk menjadi polisi.

Pada tanggal 1 September 1948 secara resmi disertakan 6 (enam) siswa wanita yaitu:

1. Mariana Saanin
2. Nelly Pauna
3. Rosmalina Loekman
4. Dahniar Sukotjo
5. Djasmainar
6. Rosnalia Taher

Mulai mengikuti pendidikan inspektur polisi bersama dengan 44 (empat puluh empat) siswa laki-laki di SPN Bukittinggi, sehingga sejak saat itu tanggal 1 September diperingati sebagai hari lahirnya polisi wanita (Polwan).

Beberapa bulan kemudian, tepatnya pada tanggal 19 Desember 1948 meletus Agresi Militer Belanda ke II yang menyebabkan pendidikan inspektur polisi di Bukittinggi dihentikan dan ditutup.

“Itulah kenapa Monumen Polisi Wanita berdiri megah di Kota Bukittinggi.”

(JA)

Hits: 51

Artikel ini telah dibaca 103 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Polres Bukittinggi Bagikan Bantuan Sosial pada Masyarakat

10 September 2022 - 21:45 WIB

Kendalikan Inflasi, Pemko Canangkan Gerakan Menanam Bawang Merah

8 September 2022 - 21:36 WIB

Forkopimda Kota Bukittinggi Menyerahkan Bansos Kepada Para Ojek Online (OJOL) Dan Pengemudi Angkutan Umum (IKABE) Kota Bukittinggi

6 September 2022 - 13:47 WIB

Wako Lepas Pelajar Pelopor Keselamatan Lalin Bukittinggi Menuju Nasional

5 September 2022 - 18:01 WIB

Bikin Haru, Cara Gubernur Sumbar Memuliakan Orangtuanya

3 September 2022 - 10:47 WIB

Kapolres Pimpin Upacara Laporan Kenaikan Pangkat Pengabdian Polres Bukittinggi

1 September 2022 - 11:07 WIB

Trending di Bukittinggi