Menu

Mode Gelap
Hari Bhakti Adhyaksa ke-62, Kejari Sijunjung Gelar Jalan Santai Unit Kerja Kantor Imigrasi Dharmasraya Akan Dibentuk, Sutan Riska : Urus Paspor Tak Perlu ke Luar Daerah Padang Kembali Cari Wali Kota Cilik Bersama Mentari Meraih Mimpi Menuju Indonesia Emas 2045 Wagub Sumbar: Pelaku UMKM Harus Go Digital Untuk Hadapi Tantangan Global

Lima Puluh Kota · 16 Jun 2022 23:10 WIB ·

Ketua DPRD Sumbar Inisiasi Pameran Kuliner Tradisi Luhak Nan Tigo


 Ketua DPRD Sumbar Inisiasi Pameran Kuliner Tradisi Luhak Nan Tigo Perbesar

Ketua DPRD Sumbar Supardi bersama Dinas Kebudayaan Sumbar,  menginisiasi terselanggaranya pasar seni dan pameran kuliner tradisi luak nan tigo. Acara berlangsung selama tiga hari (15-17/6) di Medan Nan Bapaneh Ngalau Indah, Kota Payakumbuh.

Supardi saat memberikan sambutan mengatakan, kegiatan pasar seni merupakan upaya untuk mengenalkan makanan tradisional Minang khususnya di luak nan tigo untuk lebih dikenal hingga mancanegara. Diharapkan kuliner tradisional yang ditampilkan bisa dinikmati minimal oleh turis negara tetangga, seperti Malaysia, Brunei hingga Singapura.

” Hingga saat ini, masih banyak makanan tradisional kita yang belum terekpos bahkan ada sebagian makanan tradisional yang ditampilkan pada pameran ini, menjadi persyaratan wajib dalam pernikahan Minang,” katanya.

Dia menjelaskan makanan tradisional Minang Jauh lebih bergizi dari makan cepat saji yang dihadirkan oleh restoran luar negeri,l. Dengan banyaknya masyarakat Sumbar melirik makanan tradisional akan mempengaruhi konsep ketahanan pangan yang menjadi isu utama dari pasar seni ini.

Dia berharap tidak hanya makanan tradisional saja yang maju ke mancanegara, namun juga tarian-tarian tradisi luhak nan tigo bisa keliling Eropa untuk mengemban misi kebudayaan.

Kepala UPTD Taman Budaya Provinsi Sumatera Barat, Hendri Fauzan, Pasar Seni Payakumbuh diadakan guna mempromosikan kekayaan kuliner tradisional Minangkabau dengan segala potensinya, terutama yang berhubungan dengan ketahanan pangan.

“Acara ini difasilitasi oleh UPTD Tambud Sumbar untuk lebih mengenalkan lagi kekayaan kuliner kita. Tujuannya juga untuk edukasi soal nilai-nilai ketahanan pangan yang ada pada kuliner-kuliner tersebut,” jelasnya.

Ketahanan pangan merupakan salah satu isu penting yang tengah mendapat perhatian di nasional mau pun internasional. Terutama di masa-masa pandemi, ketahan pangan mendapat perhatian lebih. Beberapa pihak, kemudian mencoba menggali lebih jauh konsep-konsep ketahanan pangan yang dimiliki oleh kebudayaan lokal, termasuk Minangkabau.

Tradisi lokal dianggap bisa menjadi solusi atau sumber inspirasi untuk menghadapi ancaman krisis pangan di tingkat global saat ini. Minangkabau sendiri, menurut kurator Pasar Seni Payakumbuh, Zuari Adbullah, memiliki konsep ketahan pangan sendiri yang tampak dari tata letak Rumah Gadang. (HT)

Hits: 1

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Berlaga di Lsi U-11, Bupati Safaruddin Acungkan Jempol untuk Ssb Liberty United

28 September 2022 - 05:40 WIB

6 Fraksi DPRD Kritisi Nota Keuangan Walikota Terhadap Ranperda APBD-P TA 2022 dan Ranperda Pengelolaan Keuangan Daerah

22 September 2022 - 18:36 WIB

Camat Terbaik Limapuluh Kota Rahmad Hidayat Dinilai Tim Provinsi

20 September 2022 - 11:04 WIB

Hari Perhubungan Nasional 2022, Safaruddin Dt. Bandaro Rajo Berharap Tingkatkan Sinergi dan Kolaborasi

19 September 2022 - 21:21 WIB

Lakukan Penyegaran, Bupati Rotasi dan Mutasi 59 ASN di Lingkungan Pemkab Limapuluh Kota

19 September 2022 - 10:49 WIB

Siapkan Dana Rp 1,1 M, Bupati Safaruddin Minta LPTQ Naikkan Peringkat Limapuluh Kota di MTQ Sumbar 2023

17 September 2022 - 08:31 WIB

Trending di Lima Puluh Kota