Keltan Sopan Botuong Panen Padi Organik

Sijunjung | Topsumbar – Kelompok tani (Keltan) Sopan Botuong melakukan panen padi sawah organik pada lahan sawah milik Keltan di Nagari Muaro Bodi, Kecamatan IV Nagari pada Sabtu (4/6).

“Kita tidak menggunakan pupuk kimia dan tidak memakai pestisida di Keltan Sopan Botuong” demikian disampaikan Keltan Sopan Botuong Dahnil.

“Ada berbagai varietas yang digunakan petani, ada Sambutan ada juga Putri Minang” demikian Dahnil menambahkan.

Bacaan Lainnya

“Hasil panen padi organik ini diutamakan untuk konsumsi, kemudian ada juga yang dijual” tambah Dahnil.

Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan IV Nagari yang melakukan pengambilan ubinan swakarsa mendapatkan berat ubinan sebesar 4,7 kilogram.

Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa produktivitas padi sawah organik di Keltan Sopan Botuong adalah 7,52 ton per hektar GKP.

“Ada dua peer kita bersama mengenai padi organik di Keltan Sopan Botuong, pertama pengurusan sertifikasi dari Otoritas Kompeten Ketahanan Pangan Daerah (OKKPD), kedua yakni memfasilitasi kemitraan antara Keltan dengan dunia usaha katakanlah pasar atau konsumen langsung” demikian diungkapkan Koordinator BPP Kecamatan IV Nagari Adpi Gunawan, SST.

Padi organik mampu menjaga ekosistem tanah, memperbaiki struktur tanah, menyehatkan tubuh, serta memberikan nilai tambah, demikian Adpi Gunawan, SST mengungkapkan.

Selama ini petani yang melakukan penjualan padi sawah organik masih dalam wujud Gabah Kering Panen (GKP) dengan harga yang sama persis dengan padi sawah tidak organik, ini tentu sangat merugikan.

“Kita harapkan kerjasama berbagai pihak agar kedepannya Keltan Sopan Botuong bisa menghasilkan produk beras organik, disamping menyehatkan juga mensejahterakan karena Adanya Nilai Tambah Produk (Anitapro)” ungkap Adpi Gunawan, SST dihadapan Keltan Sopan Botuong saat pengambilan ubinan hari ini.

(Gun).

Pos terkait