Menu

Mode Gelap
Hari Bhakti Adhyaksa ke-62, Kejari Sijunjung Gelar Jalan Santai Unit Kerja Kantor Imigrasi Dharmasraya Akan Dibentuk, Sutan Riska : Urus Paspor Tak Perlu ke Luar Daerah Padang Kembali Cari Wali Kota Cilik Bersama Mentari Meraih Mimpi Menuju Indonesia Emas 2045 Wagub Sumbar: Pelaku UMKM Harus Go Digital Untuk Hadapi Tantangan Global

Kolom · 6 Mei 2022 16:02 WIB ·

Majelis yang Dirahmati dan Dilaknat Alloh SWT


 Majelis yang Dirahmati dan Dilaknat Alloh SWT Perbesar

Majelis yang Dirahmati dan Dilaknat Alloh SWT

Kajian Jumat Oleh: Amri Zakar Mangkuto Malin, SH, M.Kn

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْه ُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اما بعـد

Kaum muslimin rahimakumullah
Pembaca Topsumbar yang setia.

Selamat Idul Fitri 1443 H Taqabbalallohuminna waminkum taqabbal ya kariim

Pada kesempatan ini kita akan membicarakan tentang majelis/pertemuan yang dirahmati dan dilaknat oleh Alloh SWT, kenapa tema ini kita angkat? Karena pada hari lebaran banyak sekali pertemuan seperti reunian, dan hiburan yang dibuat dlam bentuk mengumpulkan banyak orang.

Apabila tidak hati hati, maka buah ketaqwaan dan kesucian selama romadhan akan dikotori oleh perilaku orang beriman dalam menjalani hari hari peraayaan idul fitri. Karena Alloh telah berjanji memberikan TITEL MUTTAQIN Kepada orang beriman yang menjalankan ibadah puasa romadhan atas keimanan.

Sebagaimana orang taqwa itu adalah INSAN MULIA:
….Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa…” (QS al-Hujarat [49]:13).

*MAJELIS/PERTEMUAN-PERTEMUAN YANG DIRAHMATI OLEH ALLOH SWT*

Pertama

MAJELIS PEMBACA ALQURAN DAN MEMPELAJARINYA DI MASJID-MASJID DIPERMUKAAN BUMI

Sebagaimana hadist:
Dari Abu Hurairah RA bahwa Nabi SAW bersabda, “Tiadalah berkumpul suatu kaum dalam baitullah (masjid) untuk membaca kitab Allah dan mempelajarinya, melainkan pasti turun pasti turun kepada mereka ketenangan, diliputi rahmat, dikerumuni malaikat dan diingat Allah di depan makhluk yang sisi-Nya.” (HR Muslim).

Majelis yang diisi dengan membaca alquran dan mempelajarinya dinaungi oleh para malaikat, diturunkan ketenangan dan rahmat Alloh SWT.

Kedua

SALING BELAJAR DAN MENGAJARKAN AKAN ALQURAN DIRUMAH ALLOH SWT (MASJID) YAITU BELAJAR MEMBACA ALQURAN DENGAN TARTIL, JANGAN HANYA MEMPELAJARI TERJEMAHAN TETAPI TIDAK BELAJAR MEMBACA ALQURAN DENGAN BAIK.

Sebagaimana hadist:
Dari Abu Hurairah RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah dari rumah-rumah Allah, mereka membaca kitab Allah dan SALING MENGAJARKANNYA di antara mereka, melainkan diturunkan ke atas mereka sakinah, rahmat menyirami mereka, para malaikat mengerumuni mereka, dan Allah SWT menyebut-nyebut mereka di kalangan (malaikat) yang ada di sisinya.” (HR Muslim dan Abu Dawud).

Ketiga

MAJELIS DZIKIR YANG SESUAI DENGAN SUNNAH, JANGAN DIISI DENGAN GHIBAH DAN NYANYIAN-NYANYIAN DAN PEMBICARAAN SIA-SIA.

Sebagaimana hadist:
Nabi SAW bersabda, ”Apabila kalian berjalan melewati taman-taman Surga, perbanyaklah berzikir.” Para sahabat bertanya, ”Wahai Rasulullah, apakah yang dimaksud taman-taman surga itu?” Nabi menjawab, ”Yaitu halaqah-halaqah zikir (majelis ilmu).” (HR at-Tirmidzi dan Ahmad dari Shahabat Anas bin Malik ra.).

Ketengangan dan kedamaian sejati hanya dari Alloh SWT, dengan cara yang diperintahkan Alloh SWT, JANGAN MENCARI KETENGAN DENGAN CARA-CARA DUNIA YANG MEMBUAT LALAI KEPADA ALLOH SWT, SEBAB ALLOH BERFIRMAN:

Allah SWT berfirman: “Maka Allah menurunkan sakinah-Nya ke atasnya.” (QS at-Taubah [9]:40). “Dialah yang menurunkan sakinah ke dalam hati orang-orang yang beriman.” (QS al-Fath [48]:4) “…Di dalamnya terdapat ketenangan dari Rabbmu…” (QA al-Baqarah [2]:248.

Maka seiring lebaran idul fitri, akan ada FENOMENA…MASJID MULAI KOSONG DARI JEMAAH SALAT, SALAT MULAI LALAI TIDAK TEPAT WAKTU, ALQURAN MULAI TIDAK DIBACA,BAHKAN AZAN PUN JARANG TERDENGAR SEPERTI LAZIMNYA BULAN PUASA.

Keramaian pindah ke jalan-jalan, ke tempat hiburan, pasar pasar, tempat wisata, mall, hotel penuh,penginapan ramai, para pedagang dipenuhi pembeli, sehingga azan berumandang…kadang tidak dihiraukan lagi….apakah ini ciri-ciri orang muttaqin????

*MAJELIS-MAJELIS YANG DILAKNAT OLEH ALLOH SWT*

Pertama

MAJELIS GHIBAH/pertemuan yang pesertanya SIBUK MEMBICARAKAN TEMAN LAMA, BERTANYA INGIN TAHU DAN MENYEBUT KEBURUKAN KEBURUKAN ORANG LAIN BAHKAN DIJADIKAN BAHAN PEMBICARAAN DAN CANDAAN.

TAHUKAH SAUDARAKU GUNJING ITU APA?

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tahukah engkau apa itu ghibah?” Mereka menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Ia berkata, “Engkau MENYEBUTKAN KEJELEKAN SAUDARAMU YANG IA TIDAK SUKA untuk didengarkan orang lain.” Beliau ditanya, “Bagaimana jika yang disebutkan sesuai kenyataan?” Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “JIKA SESUAI KENYATAAN BERARTI ENGKAU TELAH MENGGHIBAHNYA. JIKA TIDAK SESUAI, BERARTI ENGKAU TELAH MEMFITNAHNYA.” (HR. Muslim).

Maka jauhilah majelis pertemuan yang akan membuat kita berghibah dan fitnah atas teman lainnya.

INILAH SIKSA ATAS GHIBAH YANG DILAKUKAN DALAM MAJELIS-MAJELIS SEPERTI REUNIAN.

Dari Anas bin Malik ra, Rasulullah bersabda: Ketika saya dimirajkan, saya melewati suatu kaum yang memiliki kuku dari tembaga sedang mencakar wajah dan dada mereka. Saya bertanya: Siapakah mereka ini wahai Jibril? Jibril menjawab: Mereka adalah orang-orang yang memakan daging manusia (ghibah) dan melecehkan kehormatan mereka, (HR Abu Daud 4878. Hadis shahih).

Kedua

MAJELIS SENDA GURAU DAN OLOK-OLOK SATU SAMA LAIN/HIBURAN YANG MEMBUAT NGAKAK DAN BERCANDA..

Sebagaimana Alloh SWT melarang PEMBICARAAN YANG TAK BERGUNA DAN SIA-SIA.

Firman Allah ‘Azza wa jalla,
“Dan di antara manusia ada orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.” (QS. Lukman: 6).

Ketiga

MAJELIS PERKUMPULAN YANG DI DALAMNYA ADA ZINA, ADA KHAMAR MINUMAN MEMABUKKAN, DAN DIIRINGI MUSIK SERTA TARIAN OLEH BIDUAN-BIDUAN PUBLIK FIGUR.

Sering setelah lebaran diadakan keramaian dengan mengundang arti dan penyanyi di dalamya akan TERJADI ANEKA ZINA,,( zina mata, zina tangan, zina telinga dan bahkan bisa berujung kepada zina perbuatan a susila dan mesum).

Sebagaimana hadist sebagai janji Alloh AKAN MENIMPAKAN GUNUNG KEPADA kaum yang melanggar perintah Alloh Swt:
dari Abu ‘Amir atau Abu Malik Al Asy’ari telah menceritakan bahwa dia tidak berdusta, lalu dia menyampaikan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Sungguh, benar-benar akan ada di kalangan umatku sekelompok orang yang menghalalkan zina, sutera, khamr, dan alat musik. Dan beberapa kelompok orang akan singgah di lereng gunung dengan binatang ternak mereka. Seorang yang fakir mendatangi mereka untuk suatu keperluan, lalu mereka berkata, ‘Kembalilah kepada kami esok hari.’ Kemudian Allah mendatangkan siksaan kepada mereka dan menimpakan gunung kepada mereka serta Allah mengubah sebagian mereka menjadi kera dan babi hingga hari kiamat.” (Diriwayatkan oleh Bukhari).

Keempat

MAJELIS DI DALAMNYA DIMINUM KHAMAR DALAM BENTUK MEREK LAIN, DI DALAMNYA ADA NYANYIAN DAN BIDUAN BERJOGED DAN MENARI-NARI BERGEMBIRA…

KEPADA KAUM YANG MELAKUKAN INI AKAN DIBENAMKAN KE DALAM BUMI BAHKAN DIRUBAH BENTUK KE BENTUK BINATANG.

Dari Abu Malik Al Asy’ari, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَيَشْرَبَنَّ نَاسٌ مِنْ أُمَّتِى الْخَمْرَ يُسَمُّونَهَا بِغَيْرِ اسْمِهَا يُعْزَفُ عَلَى رُءُوسِهِمْ بِالْمَعَازِفِ وَالْمُغَنِّيَاتِ يَخْسِفُ اللَّهُ بِهِمُ الأَرْضَ وَيَجْعَلُ مِنْهُمُ الْقِرَدَةَ وَالْخَنَازِيرَ
“Sungguh, akan ada orang-orang dari umatku yang meminum khamr, mereka menamakannya dengan selain namanya. Mereka dihibur dengan musik dan alunan suara biduanita. Allah akan membenamkan mereka ke dalam bumi dan Dia akan mengubah bentuk mereka menjadi kera dan babi.”[HR. Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).

Kelima

MAJELIS YANG MENGHALALKAN PERBUATAN MAKSIAT DAN SEGALA KEBURUKAN DI DALAMNYA DILAKUKAN
Majelis ini dikerumuni oleh IBLIS DAN SYETAN, yang mana cirinya SENANG, GEMBIRAN DAN MENGANGGAP BAIK PERBUATAN BURUK.

Sebagaimana firman Alloh SWT:

“Tetapi syaitan menjadikan umat-umat itu MEMANDANG BAIK PERBUAT AN MEREKA (YANG BURUK), maka syaitan menjadi pemimpin mereka di hari itu dan bagi mereka azab yang sangat pedih”. ( Qs.16:63 ).

قَالَ رَبِّ بِمَآ أَغْوَيْتَنِي لأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الأَرْضِ وَلأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ
Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan MENJADIKAN MEREKA MEMANDANG BAIK (PERBUATAN MA’SIAT) DI MUKA BUMI, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, ( Qs. 15:39 ).

Keenam

MAJELIS-MAJELIS ORANG YANG TIDAK BERIMAN, DI DALAMNYA ADA PEMIMPIN JENIS IBLIS DAN SYETAN, YANG MENGAWASI DARI TEMPAT LAIN YANG TIDAK TERLIHAT OLEH MANUSIA

Sebagaimana firman Alloh SWT:

Sesungguhnya ia ( syaithon ) dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin- pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman. ( Qs.7:27 ).

Barang siapa yang berada di majelis-majelis orang yang tidak beriman, akan dimasukkan kepada kelompok orang tidak beriman, sebagaimana hadist:
Mengenai fenomena seperti itu Nabi saw berabda.

من تشبه باكوم فهو منهم

“ Barang siapa menyerupai suatu kaum maka dia termasuk kaum tersebut termasuk mereka “ ( Hr muslim ).

Dari uaraian di atas jelaslah setiap orang beriman yang sudah rajin beribadah selama romadhan, jangan sampai lengah dan lupa dengan majelis-majelis yang diberi rahmat untuk terus dijalankan, dan JAUHILAH….majelis-majelis yang dilaknat oleh Alloh agar tidak mendapatkan mudharat dan merugi.

IBARAT MENGOTORI PAKAIAN PUTIH YANG SUDAH DICUCI, DENGAN LUMPUR DAN KOTORAN SETELAH HARI RAYA.

NUUN WALQOLAMI WAMA YASTHURUN.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

(Sukabumi, Jumat, 06 Mei 2022)

Penulis merupakan seorang pendakwah, dosen, penulis buku dan praktisi hukum

Hits: 23

Artikel ini telah dibaca 39 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Deretan 7 Jenis Kain untuk Membuat Baju Muslim Wanita

25 September 2022 - 15:47 WIB

Penyalahgunaan Jabatan dan Kekuasaan Oleh Intelektual Terhadap Orang yang Dipimpinnya

23 September 2022 - 12:46 WIB

Sifat Malu dan Bahaya Hilang Malu Pada Wanita Pada Setiap Aktifitas

16 September 2022 - 09:55 WIB

Cara Menangani Anak Tantrum, Tidak Dibentak!

14 September 2022 - 08:13 WIB

Sejenak Bersama Muhammad Subhan, dari Jurnalis ke Penulis

28 Agustus 2022 - 20:47 WIB

Bentuk Sikap Tak Adil dalam Poligami dan Akibat Hukumnya

26 Agustus 2022 - 13:12 WIB

Trending di Opini