Menu

Mode Gelap
Hari Bhakti Adhyaksa ke-62, Kejari Sijunjung Gelar Jalan Santai Unit Kerja Kantor Imigrasi Dharmasraya Akan Dibentuk, Sutan Riska : Urus Paspor Tak Perlu ke Luar Daerah Padang Kembali Cari Wali Kota Cilik Bersama Mentari Meraih Mimpi Menuju Indonesia Emas 2045 Wagub Sumbar: Pelaku UMKM Harus Go Digital Untuk Hadapi Tantangan Global

Agam · 1 Mei 2022 19:48 WIB ·

Ini Tradisi Mambantai, Cara Warga Agam Sembelih Sapi Lebaran


 Ini Tradisi Mambantai, Cara Warga Agam Sembelih Sapi Lebaran Perbesar

Agam | Topsumbar – Masyarakat di sejumlah daerah di Kabupaten Agam masih mempertahankan tradisi penyembelihan sapi untuk lebaran yang disebut mambantai.

Tradisi mambantai masih dilestarikan secara turun-temurun dan berkembang di berbagai daerah antara lain di masyarakat Nagari Bawan, Kecamatan Ampek Nagari dan Tiku Selatan, Kecamatan Tanjung Mutiara.

Dilansir dri laman AMC news, di Lubuak Ambalau, Nagari Bawan dan Nagari Tiku Selatan pada Minggu (1/5) dini hari tampak ratusan warga tengah bergotong-royong menyembelih sapi untuk memenuhi kebutuhan daging menyambut lebaran.

Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Bawan, Adrian Agus Dt. Kando Marajo menjelaskan, istilah mambantai berasal dari kata menyembelih.

Uniknya, tradisi mambantai ini dilakukan dengan cara barantam, yang asal katanya patungan. Satu atau beberapa orang mengumpulkan sejumlah uang untuk membeli sapi.

“Sapi ini kemudian disembelih dengan cara bergotong-royong, dagingnya nanti dijual secara tradisional atau eceran di pasar Bawan dengan harga menyesuaikan pasar,” jelasnya.

Tradisi barantam dalam makna sederhana juga menyiratkan bagaimana masyarakat berdemokrasi. Pasalnya, sapi yang disembelih pada saat barantam didapat atau dibeli dari warga sekitar.

“Nantinya daging hasil sembelihannya juga diprioritaskan untuk warga sekitar,” sebut A. Dt. Kando Marajo.

Secala filosofis terangnya lagi, tradisi mambantai juga sebagai upaya untuk menjamin agar masyarakat bisa memenuhi kebutuhan daging untuk lebaran.

“Artinya dengan barantam ini tujuannya untuk memastikan anak kemanakan kita bisa dapat daging untuk lebaran,” katanya.

Tradisi mambantai di Nagari Bawan sudah berlangsung sejak dahulu. Hingga kini, prosesi penyembelihan yang dilakukan dini hari itu masih terus dilakukan masyarakat setempat.

“Kenapa ini dilakukan dini hari karena nanti daging hasil sembelihannya bisa langsung dijual di pagi harinya,” katanya lagi.

Ditambahkan, jumlah sapi yang disembelih di nagari itu terbilang cukup banyak yakni 80 ekor. Menurutnya jumlah tersebut relatif bertahan dari tahun ke tahun.

“Hingga jam 00.15 wib ini, sudah 66 sapi yang terdaftar untuk disembelih. Jumlahnya bisa mencapai 80 ekor,” ujarnya.

(AL)

Hits: 2

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Berikut Ekspos Rencana Taman Safari dan Kereta Gantung di Agam

2 September 2022 - 19:52 WIB

Program Pengembangan Desa Mitra, Bupati Agam Apresiasi UNP

31 Agustus 2022 - 08:51 WIB

Bupati Agam Minta Camat Hidayatul Taufik Tahan Kritik dan Buli

30 Agustus 2022 - 19:47 WIB

Pengisian Laporan SPM Agam Capai 96,17%, Tertinggi Kedua di Sumbar

30 Agustus 2022 - 19:23 WIB

Renovasi Pasar Tradisional Maninjau Dimulai, Pemkab Agam Alokasikan Rp1.1M

30 Agustus 2022 - 16:05 WIB

108 Rumah Tidak Layak Huni di Agam Terima Bantuan Rehabilitasi

25 Agustus 2022 - 16:30 WIB

Trending di Agam