Menu

Mode Gelap
Hari Bhakti Adhyaksa ke-62, Kejari Sijunjung Gelar Jalan Santai Unit Kerja Kantor Imigrasi Dharmasraya Akan Dibentuk, Sutan Riska : Urus Paspor Tak Perlu ke Luar Daerah Padang Kembali Cari Wali Kota Cilik Bersama Mentari Meraih Mimpi Menuju Indonesia Emas 2045 Wagub Sumbar: Pelaku UMKM Harus Go Digital Untuk Hadapi Tantangan Global

Sumatera Barat · 19 Nov 2021 18:39 WIB ·

Upah Minimum Provinsi Sumbar Naik Jadi Rp 2,51 Juta


 Upah Minimum Provinsi Sumbar Naik Jadi Rp 2,51 Juta Perbesar

Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumatera Barat 2022 ditetapkan Rp 2.512.539 per bulan atau naik Rp 28.498 dari UMP tahun 2021 sebesar Rp 2.484.041 per bulan berdasarkan Keputusan Gubernur Sumbar Nomor 562-889-2021 tentang UMP Sumbar 2022.

Kepala Biro Administrasi Pimpinan Sekretariat Provinsi Sumbar, Hefdi di Padang, Jumat (19/11/2021) mengatakan Surat Keputusan Gubernur itu harus dijadikan rujukan bagi seluruh pengusaha di provinsi itu.

Ia mengatakan Upah Minimum Provinsi berfungsi sebagai jaring pengaman agar upah tidak dibayar lebih rendah dari upah minimum yang ditetapkan oleh pemerintah dan menjadi pedoman bagi dunia usaha.

Menurutnya kenaikan UMP itu adalah yang pertama dilakukan dalam masa pandemi COVID-19 karena pada 2021 pemerintah tidak menaikkan UMP atau tetap sama dengan UMP 2020 karena situasi ekonomi masih terdampak oleh pandemi.

“Perhitungan penyesuaian UMP Sumbar 2022 sudah dilakukan melalui sidang pleno Dewan Pengupahan Provinsi Sumatera Barat tanggal 15 November 2021 dan dihitung berdasarkan formula penyesuaian yang tertuang pada PP Nomor 36 serta Surat Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor : BM/383 HL.01.00/X1/2021 tanggal 09 November 2021 tentang Penyampaian Data Perekonomian dan Ketenagakerjaan Dalam Penetapan Upah Minimum Tahun 2022,” katanya.

Dalam Surat Keputusan yang ditandatangani Gubernur Sumbar Mahyeldi pada 19 November 2021 diputuskan perusahaan dilarang membayar upah di bawah UMP yang telah ditetapkan.

Pembayaran besaran upah itu hanya dikecualikan bagi UMKM yang besaran upahnya berpedoman pada aturan perundangan-undangan.

Sementara itu perusahaan yang telah membayarkan upah lebih tinggi dari UMP 2022, dilarang untuk mengurangi atau menurunkan upahnya.

Dalam aturan itu juga disebutkan pengusaha wajib menyusun dan menerapkan struktur dan skala upah sesuai aturan perundangan-undangan.

Tunjangan tidak tetap/kesejahteraan yang selama ini diberikan oleh perusahaan tetap diberikan kepada pekerja atau buruh.

Hefdi mengatakan Surat Keputusan itu mulai berlaku pada 1 Januari 2021.***1***

(Red/Adpim Sumbar)

Hits: 4

Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Polda Sumbar Inisiasi Doa Bersama Insan Sepakbola Untuk Korban Kanjuruhan Malang

4 Oktober 2022 - 08:53 WIB

Besok, Operasi Zebra Singgalang 2022 Dimulai, Ini Penjelasan Dirlantas Polda Sumbar

2 Oktober 2022 - 20:30 WIB

Ahmad Syafii Maarif Terima Anugerah Kebudayaan

2 Oktober 2022 - 15:15 WIB

Berbagai Jenis dan Rasa Madu Asli Hadir di Sumbar

2 Oktober 2022 - 11:30 WIB

Penyedia Konten Kreator Mesti Patuhi P3SPS

1 Oktober 2022 - 11:35 WIB

Pemprov Sumbar Beri Sejumlah Penghargaan Pada Hari Jadi Sumbar ke-77

1 Oktober 2022 - 11:04 WIB

Trending di Sumatera Barat