Menu

Mode Gelap
Hari Bhakti Adhyaksa ke-62, Kejari Sijunjung Gelar Jalan Santai Unit Kerja Kantor Imigrasi Dharmasraya Akan Dibentuk, Sutan Riska : Urus Paspor Tak Perlu ke Luar Daerah Padang Kembali Cari Wali Kota Cilik Bersama Mentari Meraih Mimpi Menuju Indonesia Emas 2045 Wagub Sumbar: Pelaku UMKM Harus Go Digital Untuk Hadapi Tantangan Global

Payakumbuh · 6 Sep 2020 22:00 WIB ·

Kantor Walikota Payakumbuh Tutup Lima Hari Kerja, Pegawai WFH


 Kantor Walikota Payakumbuh  Tutup Lima Hari Kerja, Pegawai WFH Perbesar

Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Payakumbuh, ditutup selama lima hari kerja, terhitung dari 07 sampai 11 September 2020.

Penutupan kantor walikota tersebut, disebabkan terpaparnya Wakil Walikota Erwin Yunaz bersama dua staf di setdako, dengan corona virus diasase, dalam tiga pekan terakhir.

Sekdako Payakumbuh H. Rida Ananda, menginformasikan, Minggu (06/09) malam, penutupan pelayanan di lantai dua, atau di gedung setdako itu, dalam rangka sterilisasi gedung dari virus corona.

“Mohon maaf, untuk memutus mata rantai Covid-19 itu, seluruh unsur pimpinan dan staf, dilarang masuk kantor. Semuanya, bekerja dari rumah saja atau Work From Home (WFH),” ucap sekdako.

Dikatakan, dari tiga yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Balaikota, dikatakan Kadiskes Payakumbuh dr. Bakhrizal, dua di antaranya sudah negatif. Yaitu Wawako Erwin Yunaz dan Nesa Morena.

Wawako Erwin Yunaz, dikatakan, harus menunggu hasil swab terakhir. “Mudah-mudahan, dalam satu atau dua hari ini, hasil swab wawako keluar dengan negatif,” jelas kadiskes di tempat terpisah.

Sedangkan, Nesa Morena, setelah menjalani 14 hari karantina, Staf Dalbang UPBJ itu, kedua hasil swab-nya sudah negatif, atau sembuh total.

Sementara, Alex Desrianto, staf Bagian Protokol Setdako, yang diketahui positif corona, Jumat (04/09), saat ini tengah menjalani karantina mandiri di Kelurahan Payolansek, Payakumbuh Barat.

Melihat kondisi seperti itu, menurut Sekdako Rida Ananda, Walikota Riza Falepi, perintahkan seluruh pegawai setdako, termasuk asisten dan kepala bagian, untuk WFH.

Jika diperlukan koordinasi dengan perangkat daerah, akan dilakukan video conference melalui aplikasi Zoom.

Terhadap Mal Pelayanan Publik (MPP), jelas Rida, tetap dibuka seperti biasa, dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

“Kita sudah instruksikan, pelayanan dilakukan di MPP, dengan penerapan protokol kesehatan. Walau begitu, sejumlah konter juga sudah menghentikan pelayanan, seperti Imigrasi dan PT Taspen,” kata Rida.

Sedangkan, BKD dan Diskominfo yang mengantor di balaikota di lantai III, masih tetap mengantor. Tapi, dengan pembagian, 50 persen pegawai kerja di rumah (WFH) dan sebagian lagi kerja di kantor.

Hingga Minggu (06/09), kasus Covid-19 di Payakumbuh, sebagai berikut; kasus konfirmasi (65), sembuh (33), isolasi (18), rawat (14), kontak erat (44), discarded (4.990).

(Ton)

Hits: 5

Artikel ini telah dibaca 191 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Wako Rida Ananda Sambangi Dua Sekolah Minoritas di Payakumbuh

28 November 2022 - 15:56 WIB

Ciptakan Trantibum, Tim 7 Kota Payakumbuh Bakal Sering Razia

27 November 2022 - 10:31 WIB

Luar Biasa, Kota Payakumbuh Raih Juara 2 Bhumandala Award 2022

26 November 2022 - 20:33 WIB

HUT Korpri ke 51 Berlangsung Semarak di Kota Payakumbuh

24 November 2022 - 19:10 WIB

HBT Salurkan Bantuan Lawan Stunting, Wako Rida Ananda Teharu : Terima Kasih, Gayuang Kami Basambuik

23 November 2022 - 19:43 WIB

MUI Payakumbuh Himbau Sekolah dan Instansi Galang Infak Bantu Gempa Cianjur

23 November 2022 - 19:08 WIB

Trending di Payakumbuh