Menu

Mode Gelap
Hari Bhakti Adhyaksa ke-62, Kejari Sijunjung Gelar Jalan Santai Unit Kerja Kantor Imigrasi Dharmasraya Akan Dibentuk, Sutan Riska : Urus Paspor Tak Perlu ke Luar Daerah Padang Kembali Cari Wali Kota Cilik Bersama Mentari Meraih Mimpi Menuju Indonesia Emas 2045 Wagub Sumbar: Pelaku UMKM Harus Go Digital Untuk Hadapi Tantangan Global

Padang Panjang · 27 Agu 2020 19:35 WIB ·

Pupuk Organik Bestico Bio Fertilizer Diperkenalkan di Kota Padang Panjang


 Pupuk Organik Bestico Bio Fertilizer Diperkenalkan di Kota Padang Panjang Perbesar

Sebuah produk pupuk organik dengan brand label, Bestico Bio Fertilizer diperkenalkan di Kota Padang Panjang, Rabu (26/08/2020), kemarin.

Arif Wicaksono S.Pt, selaku Product Developnent & Marketing Manager PT. Bio Cycle Indo, dalam presentasinya dihadapan 50 orang peserta yang hadir dilantai II gedung eks SMA Sore, Banca Laweh, mengatakan Bestico Bio fertilizer berbahan baku by product Larva BSF menggunakan bungkil inti sawit (PKM) sebagai pakan utama.

“Dari PKM itu dihasilkan apa yang disebut dengan Larva Black Soldier Fly (BSF), yaitu berupa bubuk pupuk organik yang dalam satu dekade terakhir mengalami ledakan perkembangan,” ujarnya.

Bestico Bio Fertilizer ini, lanjutnya adalah produk keluaran media magot. Di Eropa sudah 3 (tiga) tahun berkembang dibawah kendali PT. Bio Cycle Indo.

“Produk pupuk organik Bestico Bio Fertilizer ini memiliki sejumlah keunggulan dan harga sangat terjangkau,” ujarnya.

Diindonesia pupuk organik Bestico Bio Fertilizer, sebut Arif dipasarkan dengan harga dibawah dua ribu rupiah per kilogram, plus Bestico Bio Fertilizer cocok untuk semua iklim.

“1 (satu) kg Bestico Bio Fertilizer bisa memupuk lahan seluas 10 m2, atau 200 gram per meter persegi,” ujar Arif.

Diuraikan Arif, meningkatnya minat pada penyediaan makanan berprotein tinggi dan sumber makanan pakan telah menjadikan larva BSF mengalami ledakan perkembangan selama dekade terakhir ini.

“Dalam budidaya larva BSF menggunakan bungkil inti sawit (PKM) sebagai pakan utama akan menghasilkan sejumlah besar pengeluaran PKM atau yang disebut sebagai frass pada basis yang berkesinambungan,” urainya.

Kemudian, lanjut Arif, jenis frass pada umumnya ditandai dengan protein yang relatif tinggi, lemak, dan serat serta C-organik dan didominasi oleh beberapa bakteri asam laktat dari Lactobacillus SP.

“Bakteri ini mampu menghasilkan beberapa enzim seperti protease, selulase, amilase, Chitinase, Beta-glukosidase, dll, yang bermanfaat sebagai probiotik,” kata Arif.

Namun, sebut Arif, ada karakteristik unik terkait tingginya C organik yang dapat membatasi atau membuka aplikasinya.

“Oleh karena itu, penting untuk menentukan karakteristik unik dari frass (yaitu segar, diurai, dan dikeringkan) dan mengevaluasi produk yang paling tinggi nilainya dan dapat diformulasikan,” imbuhnya.

Selanjutnya, diterangkan Arif, frass merupakan bahan organik dengan banyak komponen yang menguntungkan di dalamnya. Diantaranya nilai frass diciptakan oleh kandungan C-organik yang tinggi, protein, dan lemak, yang merupakan energi yang sangat penting bagi mikroba yang tinggal di tanah.

Frass juga mengandung spesies mikroba hidup terutama dari bakteri asam laktat dan enzim yang sesuai.

Sebagai bahan organik dan menjalani proses dekomposisi, frass juga dapat mengandung asam amino dan asam organik termasuk zat humat (asam humat dan fulvat) yang dikenal agen yang menstimulasi pertumbuhan tanaman serta bahan probiotik untuk feed.

Zat lainnya yang juga dari alam dan memiliki efek yang menguntungkan pada pertumbuhan perkembangan tanaman, ketahanan stres, hasil panen dan kualitas tanaman dapat disebut dengan biostimulants atau biostimulators.

Efek mereka tergantung pada komposisinya, karena mengandung berbagai senyawa organik dan mineral yang tanaman dapat digunakan sebagai metabolit, pengatur pertumbuhan, dan nutrisi.

Bagaimana pun, imbuh Arif, biostimulants tidak dapat dianggap sebagai pupuk hayati. Frass merupakan sisa dari media budidaya maggot yang memiliki berbagai keunggulan baik dari segi gizi, nutrisi, dan bakteri.

Penggunaan frass sebagai biostimulants adalah cara baru untuk melindungi akar tanaman, sehingga tanaman akan
tumbuh secara optimal.

Frass digunakan dalam bentuk kering dan basah dengan pengunaan dapat di lapangan dan pot.

Pemberian Frass di lapangan dengan menabur 25 gram/m2 dan pemberian frass dalam pot dicampur dengan tanah pada tingkat di bawah 10%.

Tanaman yang telah diuji adalah tanaman sayur dengan masa panen yang singkat.

“Nah, silahkan bagi warga yang berminat mencoba pupuk organik ini, bisa menghubungi agen kami area Kota Padang Panjang dan Tanah Datar, yakni Bapak Muji Sirwanto, M.Pd di line handphone 085364661173,” pungkas Arif.

(AL)

Hits: 109

Artikel ini telah dibaca 303 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Tersangka Pembunuhan di Ngalau Padang Panjang Ditangkap, MR Terancam Hukuman Mati

29 November 2022 - 17:08 WIB

Begini Kronologi Truck Pertamina yang Terjun ke Jurang di Cubadak Bungkuk Silaing

28 November 2022 - 11:13 WIB

Tidak Kuat Menanjak, Truck Pertamina Terjun ke Jurang di Cubadak Bungkuk Silaing

28 November 2022 - 05:48 WIB

Santri Perguruan Thawalib Padang Panjang Raih Anugerah Hafal al Quran

25 November 2022 - 15:08 WIB

Jalin Silaturahmi, Kapolres Padang Panjang Tatap Muka Dengan Tokoh Masyarakat Nagari Paninjauan

22 November 2022 - 21:02 WIB

Kepala Rutan Padang Panjang Punya Philosophy Menghadapi Warga Binaan, Apa Itu?

22 November 2022 - 11:32 WIB

Trending di Padang Panjang