Tingkatkan SDM Guru PAUD, Pariaman Gandeng UT Bekerjasama Bidang Pendidikan

Pemerintah Kota Pariaman menandatangani MoU dengan Universitas Terbuka (UT) Kamis, (09/01/2020).
Pemerintah Kota Pariaman menandatangani MoU dengan Universitas Terbuka (UT) Kamis, (09/01/2020).

Pemerintah Kota Pariaman melakukan kerjsama dengan Universitas Terbuka (UT) untuk peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan Penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi di Kota Pariaman yang bertempat di Aula Balaikota Pariaman, Kamis (09/1/2020).

Walikota Pariaman, Geniusumar mengungkapkan di tahun 2020 ini kita sukseskan yang telah kita capai di tahun 2019, karena di tahun tersebut beberapa hal yang telah dikerjakan, mulai dari program Satu Rumah Satu Sarjana (Sagasaja) dengan mahasiswa yang telah melakukan perkuliahan dengan beberapa perguruan tinggi dan ditahun ini kita mulai bekerjasama dengan UT.

Di tahun 2020 kita lebih bersemangat dengan program-program lain yang harus dikerjakan dan salah satunya dibidang pendidikan, ujarnya.

Bacaan Lainnya

Di Kota Pariaman, pendidikan merupakan program unggulan utama untuk membangun daerah. Suatu daerah akan maju kalau pendidikan juga maju. Bangsa atau suatu negara akan maju jika pendidikannya juga maju.

Kita harus meningkatkan kualitas pendidikan, meningkatkan lama belajar anak-anak kita, harus meningkatkan beberapa program pendidikan baik itu SD SMP, dan SMA dan tak lupa juga meningkatkan kualitas pendidikan guru PAUD.

“Kita banyak memiliki guru-guru PAUD, tetapi rata-rata pendidikan guru PAUD adalah tamatan SMA dan SMK dan belum memiliki kompetensi untuk mengajar”, sambungnya.

Sementara Wakil Rektor IV Universitas Terbuka Dr.Liestyodono Bawono Irianto usai penandatanganan kerja sama di Pariaman, mengatakan nantinya para guru PAUD yang mengikuti program pendidikan akan mendapatkan sertifikat setara Diploma I dan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya.

Ia menyampaikan lokasi kelas pelaksanaan pendidikan akan dilaksanakan di Kota Pariaman agar guru PAUD peserta program tersebut dapat mengikuti perkuliahan namun tidak meninggalkan tugasnya sebagai pendidik di sekolah.

“Besaran dana untuk mengikuti program ini mencapai Rp4,5 juta per orang, namun teknis pendanaannya kami serahkan kepada peserta dan Pemkot Pariaman,” katanya.

Ia mengatakan kerja sama sejenis dengan Pemkot Pariaman sudah sering dilaksanakan dengan pemerintah daerah lainnya, jadi ini bukan hal baru lagi.

Jumlah guru PAUD di Kota Pariaman sekitar 700 orang, dari jumlah itu 200 orang pendidikannya telahliner dengan profesi, lalu 250 orang masih berpendidikan SMA sederajat, sedangkan sisanya berpendidikan sarjana dari berbagai disiplin ilmu. (H/Hm)

Pos terkait