Terancam Alih Fungsi Lahan, Komisi IV DPRD Sumbar Dorong Dinas PSDA Rehabilitasi Irigasi DI Batang Kapar

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), melalui Komisi IV bidang pembangunan mendorong dan meminta Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA), menganggarkan untuk rehabilitasi saluran irigasi DI Batang Kapar.

Hal itu disampaikan oleh Anggota Komisi IV DPRD Sumbar Muhammad Ihpan, yang didampingi oleh Ketua Komisi IV, Muhammad Iqbal dan anggota lainnya Sabar AS, saat meninjau saluran irigasi DI Batang Kapar tersebut di Nagari Koto Baru, Kecamatan Luhak Nan Duo Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Kamis (6/2/2020).

“Yang harus diutamakan pembangunan irigasi DI Batang Kapar itu adalah gorong-gorongnya. Sebab, sebelum sampai di persawahan masyarakat air akan melalui saluran irigasi tersebut,” kata Muhammad Ihpan.

Dilanjutkan Muhammad Ihpan, kita berharap pada Dinas PSDA Sumbar untuk menganggarkan rehabilitasi irigasi DI Batang Kapar itu, agar bisa meningkatkan hasil tani dan ekonomi pertanian yang lahan pertaniannya dialiri oleh irigasi tersebut.

“Irigasi DI Batang Kapar di Kabupaten Pasaman Barat ini adalah irigasi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, maka kita minta Dinas PSDA Sumbar untuk menganggarkan di 2020 ini agar bisa dialokasikan pada 2021 nanti,” ucapnya.

Selain itu, lanjutnya, kita juga meminta pihak PSDA untuk memperbaiki kebocoran-kebocoran dibeberapa titik pada irigasi itu ataupun irigasi yang lainnya. Sebab, itu adalah wewenangnya Dinas PSDA Sumbar.

“Jika irigasi DI Batang Kapar ini tidak direhabilitasi, otomatis air tidak sampai kepersawahan masyarakat dan itu akan berdampak pada peralihan lahan dari sawah menjadi kebun, dan itu sangat merugikan masyarakat,” jelasnya.

Sementara Kasi Operasi dan Pemeliharaan Sungai Pantai dan Konservasi Dinas PSDA Sumbar, Wilman menyebutkan kebutuhan air dari irigasi ini cukup besar karena dapat mengairi persawahan masyarakat yang menjadi lumbung padi di Kabupaten Pasbar.

“Rehabilitasi irigasi DI Batang Kapar ini cukup mendesak, sekitar 70 persen kondisi dari saluran irigasi harus kita benahi,” kata Wilman.

Lebih lanjut Wilman memaparkan bahwa pada tahun 2021 kita telah memasukkan di Rencana Kerja (Renja), dan untuk tahun ini kita melakukan kegiatan operasi dan pemeliharaan. Pemeliharaan berupa pengerukan kemudian untuk operasi kita tambah tenaga penjaga pintu air.

“Secara teknis kita akan menghitung sesuai dengan kebutuhan dalam meningkatkan kinerja irigasi. Selain itu kita juga berharap pada DPRD untuk membantu dalam penganggaran sehingga apa yang dibutuhkan masyarakat terwujud,” tutupnya.

Camat Luhak Nan Duo Akmad Hanif, mengapresiasi dan berterima kasih atas kunjungan Komisi IV DPRD Sumbar ke Nagari Koto Baru itu. Dia berharap dengan adanya kunjungan itu, lahan pertanian yang cenderung terjadi alih fungsi lahan ke perkebunan bisa dikembalikan.

“Dengan irigasi yang baik masyarakat akan kembali menggarap lahan pertaniannya, sehingga perekonomian masyarakat tani akan kembali membaik,” ucap Akmad Hanif.

Besar harapan kita, imbuhnya, segala persoalan yang ada di irigasi di Kecamatan Luhak Nan Duo ini, ada perbaikan agar kesejahteraan masyarakat dapat meningkat.

“Mayoritas masyarakat di sini adalah petani, dan tentunya yang berkaitan dengan pertanian adalah sangat membutuhkan air,” pangkasnya. (Syafri)

loading...
Loading...

LEAVE A REPLY