Orang Minang Memiliki DNA Diplomat

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan Menlu Negeri RI Retno LP. Marsudi serta yang lainnya

PADANG, TOP SUMBAR — Sejak merdeka hingga sekarang banyak orang Minang yang jadi diplomat. Artinya jejak orang Minang dalam diplomasi Indonesia sudah tidak asing lagi.

Hal itu dikatakan Mentri Luar (Menlu) Negeri Republik Indonesia (RI) Retno LP. Marsudi saat memberikan Kuliah Umum dihadapan mahasiswa seluruh universitas se-Sumatera Barat (Sumbar), di Convention Hall Universitas Andalas (Unand) Padamg, Sabtu (2/1).

Retno LP. Marsudi menilai orang Minang memiliki DNA diplomat. Sebab, berdasarkan rekam jejak yang ada, cukup banyak diplomat yang berasal dari Sumbar.

Menurut Retno LP. Marsudi, tidak hanya menjadi diplomat, dua orang Menlu Negeri RI yang pernah menjabat di Indonesia juga berasal dari Tanah Minang, yaitu Sutan Syahrir dan Agus Salim.

“Belum lagi kalau bicara nama besar lainnya mulai dari Muhammad Hatta, Muhammad Natsir, dan Buya Hamka. Semuanya memiliki kontribusi besar bagi republik ini, mereka berasal dari Ranah Minang,” ungkapnya.

Retno LP. Marsudi berharap, kontribusi itu terpelihara dengan baik. Di masa depan diharapkan akan lebih banyak lagi putra putri dari Minangkabau yang menjadi diplomat andal.

Sementara itu Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan, banyak yang telah dilakukan oleh Kementerian Luar Negeri Indonesia dalam berbagai diplomasi misi perdamaian dunia. Sosok Menlu, Retno LP. Marsudi telah banyak memberikan prestasi kebaikan dalam menempatkan keberadaan Indonesia, sehingga dihargai dikancah hubungan internasional.

“Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan masyarakat Sumbar sangat senang dengan kegiatan Kemenlu di Sumbar. Karena sumber daya manusia masyarakat Minang banyak memiliki bakat sebagai diplomat dan ini juga tumbuh di kalangan generasi muda saat ini,” ujar Irwan Prayitno saat memberikan sambutan pada kegiatan tersebut.

“Kita akan senang dan bangga bagaimana kegiatan Kemenlu sering-sering ada di Sumbar. Selain dapat membangkitkan motivasi bagi kalangan generasi muda Sumbar, juga akan memberikan data tarik promosi juga di dunia internasional,” ucapnya.

Dengan ada kegiatan Kemenlu di Sumbar, dilanjutkan Irwan Prayitno, akan membuka banyak wawasan bagi generasi muda untuk bersaing dalam kesempatan menjadi diplomat Indonesia nantinya.

Irwan Prayitno juga mengajak mahasiswa memanfaatkan moment ini sebagai penggalian wawasan pengetahuan, karena sosok Menlu Retno yang banyak pengalamannya terkait urusan diplomasi. Mahasiswa harus tahu kinerja dan keberhasilan yang telah dilakukan Menlu. Dan selama ini harga diri bangsa cukup terjaga karena diplomasi dinilai cukup berhasil.

“Dalam sejarah bangsa Indonesia, banyak orang Minang yang telah berkontribusi dan berpengaruh di tingkat nasional dalam kemerdekaan dan kemajuan bangsa. Oleh karena itu, generasi muda Sumbar yang ada di berbagai perguruan tinggi lainnya termasuk Unand hendaklah siap bersaing untuk menjadi diplomat,” katanya.

Disebutkan Irwan Prayitno, Pemprov sangat mendorong agar mahasiswa Sumbar juga siap berkompetisi dengan mahasiswa lainnya di Indonesia, dan bagaimana kemampuan profesi diplomasi bagian tak terpisahkan dari Sumbar.

Kuliah umum ini merupakan bagian dari Diplomacy Festival 2019 di Padang yang digelar Kementerian Luar Negeri (Kemlu) sebagai upaya menyosialisasikan kiprah diplomat Indonesia dan membumikan peran Kemlu. Beragam kegiatan digelar mulai dari kuliah umum, dengan tema Kiprah Diplomasi Indonesia, Festival Diplomasi di Lapangan Imam Bonjol Padang.

Hadir dalam kesempatan itu, Rektor Unand Prof. Dr.Tafdil Husni, Rektor Universitas Negeri Padang (UNP), Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Padang, beberapa Pejabat eselon I dan eselon II dilingkungan Kemenlu. (Syafri)

LEAVE A REPLY