Mandeh Dinilai Kementrian Pariwisata Pada Ajang ISTA 2019

PESISIR SELATAN, TOP SUMBAR –Pariwisata Berkelanjutan  bertujuan untuk merangsang pembangunan ekonomi dengan meningkatkan kapasitas masyarakat untuk mengelola usaha pariwisata dan meningkatkan pendapatan melalui pengenalan kegiatan kreatif dan produktif di sektor pariwisata.

Hal ini disampaikan Diena M Lemy dan
Amelda Pramezwary juri dari Tim Kementrian Pariwisata yang meninjau  langsung Kawasan Wisata Bahari Terpadu (KWBT) Mandeh pada penilaian ajang Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) 2019 Selasa (23/07/2019) di Baga Cotange Sei Nyalo Mudiak Aia.

Menurutnya tujuan wisata berkelanjutan agar semua kawasan wisata bersertifikasi sesuai dengan standar dan keikutsertaan masyarakat dan dampak ekonomi yang ditimbulkan semakin besar. Sehingga masyarakat bersama semua pihak bisa menikmati perkembangan pariwisata.

“ISTA merupakan awal namun bukan akhir dari perkembangan pariwisata, sebab harus ada regenerasi agar kawasan wisata bisa dinikmati untuk generasi selanjutnya, karena itu peran serta semua pihak dan keterlibatan semua pihak harus berperan,” ujarnya.

Dijelasknnya Ajang ISTA sudah dilaksanakan semenjak tahun 2017, dimana sebelumnya jumlah destinasi yang ikut ajang ini hanya sedikit, namun pada 2019 ini destinasi yang ikut sebanyak 269 dan Kabupaten Pessel masuk nominasi ke 32.

Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni yang hadir pada kegiatan ini mengungkapkan Kawasan Mandeh telah menjadi kawasan unggulan, sebab banyak sarana dan prasarana dibangun di kawasan ini untuk memberikan rasa nyaman. Bahkan Kawasan Mandeh telah menjadi destinasi Nasional yang jumlah kunjungan wisatawannya meningkat setiap tahunnya .

“Ajang ini merupakan ajang bergensi dan KWBT Mandeh semoga jadi pemenang nantinya, sebab banyak dampak yang akan dirasakan dari wisata ini,” ujarnya.

Ditambahkannya Pemkab Pessel menjadi Kawasan Mandeh sebagai 
Masuknya KWBT Mandeh menjadi salah satu nominasi pada ajang ISTA berkat peran serta Pusat Kajian Pariwisata Heritage dan Olahraga (PKPHOR) UNP yang mencoba untuk  membantu mengupload KWBT Mandeh pada ajang ISTA. Sebab Kawasan Mandeh telah menjadi Nagari Binaan UNP.

“Alhamdulillah Kawasan Mandeh masuk dominasi dari 263 peserta yang ikut di Indonesia. Dan kita berharap ini menjadi prestasi dengan semua kelengkapan yang kita lakukan,” ujarnya.

Ditambahkannya masuknya Kawasan Mandeh pada ajang ini diharapkan adanya Program Pariwisata Berkelanjutan dan diharapkan dapat membantu membangun masyarakat yang sejahtera dan mandiri. Sebab pariwisata berkelanjutan adalah pariwisata yang mengundang semua pihak, terutama anggota masyarakat untuk mengelola sumber daya dengan cara yang memenuhi kebutuhan ekonomi, sosial, dan estetika sambil memastikan keberlanjutan budaya lokal, habitat alam, keanekaragaman hayati, dan sistem pendukung penting lainnya.

“Pariwisata merupakan sektor ekonomi yang beragam,  dan industri pariwisata memiliki kemampuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Menambahkan salah satu perhatian utama yang diangkat oleh program ini adalah bahwa sebagian besar masyarakat dan wirausahawan yang
memiliki kapasitas untuk mengelola dan memahami potensi wisata mereka. Dan Kementerian Pariwisata menyatakan bahwa ISTA dilaksanakan bukan sebagai kompetisi untuk membandingkan antar destinasi/daya tarik wisatawan/bisnis pariwisata, akan tetapi untuk memotivasi destinasi lainnya agar dapat meningkatkan pengembangan pariwisata berkelanjutan. (RD)

LEAVE A REPLY