Faldo Maldini dan Strategi SUMangaik BARu Gelar Silaturahmi Hingga Pelosok Nagari

Faldo Maldini saat bersilaturahmi dengan masyarakat Tapan Kabupaten Pesisir Selatan.
Faldo Maldini saat bersilaturahmi dengan masyarakat Tapan Kabupaten Pesisir Selatan.

PADANG, TOP SUMBAR — Usai menggelar pidato pilitik, Faldo Maldini benar-benar turun ke masyarakat mensosialisasikan sumangaik sambilan yang di gaung-gaung nya itu. Di media sosial facebook dan instagramnya Faldo mulai menghampiri masyarakat di Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat, dimana daerah tersebut merupakan tanah kelahiran politisi muda itu.

“Bersentuhan langsung dengan masyarakat merupakan jalan yang saya yakini, untuk mengetahui permasalahan yang ada di masyarakat. Napak tilas tanah kelahiran saya, Kab. Pesisir Selatan. Kedekatan emosional yang saya rasakan, selalu menggerakkan hati untuk terus memberi yang terbaik untuk tanah kelahiran saya ini. In shaa Allah, realisasi gagasan #SUMangaikBARu untuk kemajuan Sumatera Barat, hingga ke pelosok-pelosok nagari.” ungkapnya.

Sebelumnya, tiga jam setelah ditunjuk menjadi Ketua DPW PSI Sumatera Barat, politisi muda Faldo Maldini menyampaikan pidato politik di hadapan ratusan tokoh didominasi milenial di Padang. Mantan Juru Bicara Prabowo-Sandi yang sekarang ditunjuk menjadi salah seorang juru bicara PSI itu menawarkan sembilan gagasan untuk membangun Sumbar yang disebutnya Sumangaik Sambilan (Semangat Sembilan).

“Kami ingin menawarkan Sumangaik Sambilan untuk perubahan Sumbar ke arah yang lebih baik,” katanya di Padang, Minggu (27/10/2019).

Program itu, Sumangaik Baraja dan Sumangaik Mangaji yang berisi gagasan tentang pendidikan, Sumangaik Raun tentang infrastruktur pendukung, Sumangaik Manggaleh berisi gagasan tentang industri dan Sumangaik Bakawan tentang jejaring dan hubungan kerjasama.

Lalu, Sumangaik Malayani tentang pelayanan publik berbasis partisipasi masyarakat, Sumangaik Bajaleh tentang transparansi APBD, Sumangaik Badayo berisi gagasan peningkatan kesejahteraan perempuan dan anak dan terakhir Sumangaik Basegeh tentang inovasi berbagai bidang.

Pidato politik itu juga sebagai “deklarasi” kesiapan politisi yang malang melintang di pentas nasional saat Pemilu Presiden lalu itu sebagai salah seorang kontestan dalam Pemilu Gubernur Sumbar 2021.

Ia yang baru berusia 29 tahun saat jadwal pendaftaran calon gubernur Sumbar 2021-2026 ditutup, harus berjuang ke Mahkamah Konstitusi (MK) agar bisa berpartisipasi karena menurut UU Pilkada, syarat umur calon gubernur minimal 30 tahun.

“Kita optimis menang di MK sehingga bisa ikut sebagai calon termuda dalam Pilgub Sumbar,” katanya.

Sekarang, Faldo telah membuktikan ke masyarakat bahwa ia benar-benar turun ke masyarakat menyampaikan sumangaik sambilan yang digagasnya itu. Setelah bersilaturahmi dengan masyarakat Pesisir Selatan, kali ini Faldo berkunjung ke kota serambi mekah Padang Panjang dalam rangka sumangaik basuo.

Sosialisasi sumangaik9 yang ke-6, tentang sumangaik malayani. Rumah dinas gubernur publik akan dibuka 24 jam untuk menerima aduan permasalahan masyarakat. Karena Sayyidina Ali pernah berkata “Seorang pemimpin bisa tidur, tapi permasalahan ummat tidak bisa tidur,” tambahnya lagi. (H)

LEAVE A REPLY