Debat Wapres Sandi Dinilai Sukses Hipnotis Penonton

Edriana (berkerudung merah) sebagai narasumber dalam debat cawapres ketiga pada acara apa kabar Indonesia yang digelar TVOne Senin malam (18/3/2019). Dok. tim @edriana_kita
Edriana (berkerudung merah) sebagai narasumber dalam debat cawapres ketiga pada acara apa kabar Indonesia yang digelar TVOne Senin malam (18/3/2019). Dok. tim @edriana_kita

Edriana: Sandi Sukses Penuhi Harapan Netizen

JAKARTA, TOP SUMBAR — Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Edriana, yang juga merupakan aktivis perempuan dari Ranah Minang ini menilai penampilan calon wakil presiden 02, Sandiaga Salahuddin Uno dalam debat kandidat Cawapres pada Minggu malam, 17 Maret 2019 sangat memuaskan. Sandi telah meberikan penampilan terbaik kepada masyarakat Indonesia.

Edriana mengatakan, Sandiaga Uno menyampaikan debat dengan tutur kata yang tersusun dengan baik, substansi dan penyampaian yang jelas apalagi ketika Sandi mengeluarkan e-KTP dari dompetnya. Menurutnya momen inilah yang ditunggu-tunggu oleh penonton, ketegasan sandi dinilai mampu menghipnotis penonton ketika menyampaikan closing empat menit terakhir. Edriana menilai, Sandiaga Uno tidak dapat keluar dari karakternya, yaitu santun dan berbicara data.

“Kecerdasan, kesantunan Sandi, merupakan pertaruhan yang luar biasa, karena wakil presiden memiliki peran penting dalam pemerintahan. Saat ini ada 30 persen swing voters belum menentukan pilihan. Sandiaga Uno memiliki peran penting mendamping Prabowo, Sandi merupakan pasangan masa depan, dan Sandi merasakan persoalan milennial,” ungkap Edriana ketika akan menghadiri acara Apa Kabar Indonesia yang digelar TVOneNews Senin malam (18/3/2019).

Menurut Edriana media sosial sangat diminati oleh semua orang apalagi kalangan anak muda dan ibu-ibu, penampilan Sandiaga Uno serta isu-isu dan substansi yang diangkatnya sudah memenuhi harapan netizen. Edriana juga menguraikan bahwa undecided voters (orang yang belum menentukan pilihan) di atas 30 %, artinya debat ke III wakil presiden ini sangat ditunggu-tunggu oleh undecided voters ini.

“Undecided voters ini kan orang-orang terpelajar, melek teknologi, dan anak-anak muda yang belum mendapat pekerjaan yang setiap hari muncul di media sosial, sehingga mereka menunggu-nunggu debat wakil presiden ini, dalam debat tersebut Sandi sudah memenuhi harapan kami karna isu-isu yang diangkatnya memenuhi keinginan atau harapan para netizen,” katanya.

Edriana juga menyampaikan bahwa sebagian besar dari undecided voters itu adalah anak muda yang tidak memiliki pekerjaan. Dia juga melihatkan keprihatinannya kepada anak muda tamatan SMK yang tingkat penganggurannya cukup tinggi mencapai 61 %. Padahal menurutnya siswa yang sekolah di SMK itu sangat berharap mendapatkan pekerjaan setelah tamat.

“Sandi berkali-kali menjelaskan addressing issue tersebut. Sehingga ia menawarkan solusi bagaimana menciptakan 2 juta enterpreneur. Artinya satu enterpreneur bisa menghasilkan 10 lapangan pekerjaan. Ini membuat penonton atau netizen mengindentifikasi dirinya kepada isu tersebut,” tambahnya.

Tidak hanya itu, Edriana juga menjelaskan bahwa Sandi juga bisa melihat isu trending saat ini, seperti BPJS, tingkat pengangguran, dan pendidikan. Berkaitan dengan pendidikan ini bersinggungan dengan gagasan penghapusan Ujian Nasional (UN) dari Cawapres Sandiaga Uno. Terkait hal ini, Edriana yang aktif menulis tentang permasalah keadilan dan kesetaraan perempuan ini menyentil tingginya biaya pendidikan dan kemampuan keluarga untuk menyekolahkan anak.

Menurutnya, UN sangat memusingkan orang tua maupun siswa. orang tua dengan perekonomian menengah ke atas tentu akan berupaya terus menyuruh anaknya mengikuti bimbingan belajar tambahan di luar jam sekolah. Orang tua menyarankan ikut bimbingan belajar tambahan tentunya karena ada dorongan dari pihak sekolah. Sementara kepada masyarakat miskin, kemampuan terbatas tidak memungkinkan akan mengikutkan anaknya ikut bimbingan belajar.

“Dia kan nggak mungkin maksain anaknya les, boro-boro mengikut les, sekolah saja syukur Alhamdulillah. Akhirnya gap akan semakin tinggi. Jadi pendidikan jangan sampai menciptakan gap semakin tinggi,” katanya dalam keterangan pers Senin (18/03/2019) malam.

Kemudian Ia juga menjelaskan perjalanan Sandi dari kunjungan ke sejumlah titik di daerah. Ia memahami akan keadaan sistim pendidikan, dalam perjalanan tersebut Sandi serius membahas mengenai pendidikan dan nasib guru honor, guru honor ini menjadi perhatian yang luar biasa oleh kubu 02, mungkin jauh hari Sandi sudah memikirkan hal ini sebelum terjun ke kancah politik, hingga akhirnya mendampingi cawapres pak Prabowo. (Hanny)

Baca juga :Persiapan Debat Pilpres ke III Edriana Berikan Masukan Pada Sandiaga Uno

LEAVE A REPLY