Bangun Pondok Pesantren, Syekh Zaldi AT Thahiry Ajak Umat Kembali ke Surau

Pondok Pesantren Raudhatul Ulum beralamat di Tabek Jorong Koto Tingga Nagari Sirukam Kecamatan Payung Sekaki Kabupaten Solok Sumatera Barat.
Pondok Pesantren Raudhatul Ulum beralamat di Tabek Jorong Koto Tingga Nagari Sirukam Kecamatan Payung Sekaki Kabupaten Solok Sumatera Barat.

Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Butuh Uluran Tangan Donatur

Pondok Pesantren Raudhatul Ulum dibawah naungan Yayasan Syekh Zaldi AT Thahiry yang beralamatkan di Jorong Koto Tingga Nagari Sirukam Kecamatan Payung Sekaki, Kabupaten Solok membutuhkan uluran tangan Kaum muslimin dan muslimat untuk melanjutkan pembangunan fisik maupun pembangunan non fisik guna kemajuan program yang telah dicanangkan dan direncanakan oleh yayasan dan jemaah Thariqat An-naqsyabandiyah Teungku Zaldi Malin Marajo.

Dengan maraknya kenakalan remaja pada zaman modern ini, sangat dibutuhkan sekali pendidikan yang berkarakter guna untuk menjauhkan generasi penerus bangsa dari perbuatan yang bertentangan dengan nilai-nilai adat dan agama.

Bacaan Lainnya

Saat awak media Topsumbar.co.id menyambangi dan mewawancarai Syekh Teungku Zaldi Malin Marajo, Sabtu (29/02/2020) di tempat kediamannya di Pondok Pesantren Raudhatul Ulum yang juga sebagai Guru Tuo Thariqat An-naqsyabandiyah dan juga sebagai pendiri dan pimpinan serta pengasuh Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Tabek Jorong Koto Tingga Nagari Sirukam Kecamatan Payung Sekaki Kabupaten Solok Sumatera Barat.

Syekh Teungku Zaldi Malin Marajo menceritakan sedikit banyaknya mengenai bagaimana berdirinya yayasan Syekh Zaldi AT Thahiry dan pondok Pesantren Raudhatul Ulum di Jalan Raya Solok-Alahan Panjang tersebut.

Berdirinya yayasan dan pondok pesantren tersebut berawal dari pendapat jemaah Thariqat An-naqsyabandiyah yang dulunya berpusat di Surau Bulakan Jorong Batu Sangka Nagari Dilam Kecamatan Bukit Sundi Kabupaten Solok Sumatera Barat. Ucap Syekh Teungku Zaldi Malin Marajo.

“Saat itu saya melihat situasi dan kondisi Surau yang tidak bisa lagi menampung jemaah. Jemaah diwaktu itu tidak hanya dari Daerah Sumatera Barat saja tetapi dari daerah luar Sumbar juga ada, maka para guru dan jemaah yang hadir pada waktu itu melaksanakan musyawarah untuk pemindahan Surau pusat,” kata Teungku Zaldi.

Ia menambahkan, dalam musyawarah tersebut dapatlah kesepakatan untuk memindahkan Surau pusat dengan lokasi yang lebih memadai dan bisa membuat Surau yang bisa menampung jemaah lebih banyak lagi. “Alhamdulillah tak menunggu lama dapat lah lahan (lokasi) untuk pembangunan Surau pusat di Tabek Jalan Raya Solok-Alahan Panjang, Jorong Koto Tingga Nagari Sirukam, dengan luas lahan 2,4 Ha dan dipatok harga oleh pihak yang punya lokasi sebesar 1,2 Miliar dengan kesepakatan dibayar secara bertahap,” jelas Teungku Zaldi Malin Marajo.

“Saat ini kita sangat membutuhkan dukungan dan bantuan dana dari berbagai lembaga pemerintah dan lembaga non pemerintah serta dari seluruh perantau Ranah Minang, baik yang ada diluar negeri maupun yang berada dalam negeri guna untuk membiayai pelunasan lahan dan pembangunan Surau pusat serta pembangunan Pondok Pesantren Raudhatul Ulum,” tambah Teungku Zaldi.

Syekh Teungku Zaldi menjelaskan bahwa dana yang sudah kita kucurkan untuk pembebasan lahan sudah mencapai 300 Juta rupiah dan masih tersisa sebesar 900 juta rupiah lagi yang harus kita carikan Solusinya karna pihak yang punya lahan untuk saat ini sangat membutuhkan dana berkisar 300 juta rupiah. Kondisi Surau Pusat Thariqat An-naqsyabandiyah dan Yayasan Syekh Zaldi AT Thahiry serta Pondok Pesantren Raudhatul Ulum saat ini masih seadanya saja, bangunannya seperti satu unit Surau yang tiangnya dari kayu dan dinding serta lantainya terbuat dari kayu papan dan satu unit asrama perempuan yang belajar ilmu agama dan tahfiz di Pondok Pesantren Raudhatul Ulum tambah satu unit tempat kediaman saya yang terbuat dari papan triplek (semi permanen), tambahnya.

Jemaah Surau Pusat Thariqat An-naqsyabandiyah saat ini sekitar 1000 orang lebih berasal dari berbagai kecamatan yang ada di Kabupaten Solok dan diluar daerah Kab. Solok serta diluar Daerah Sumatera Barat dan murid yang belajar ilmu agama salah satunya belajar Tahfiz Al Quran di Pondok Pesantren Raudhatul Ulum sebanyak 100 orang lebih berasal dari wilayah Kecamatan Bukit Sundi, Payung Sekaki, Lembang Jaya, Lembah Gumanti dan Kecamatan Kubung, sambung Teungku Zaldi Malin Marajo.

Teungku Zaldi Malin Marajo saat diwawancarai juga mengucapkan terima kasih kepada pihak punya lahan dan kepada jemaah Thariqat An-naqsyabandiyah serta kepada seluruh elemen masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Solok, juga kepada perantau Ranah Minang dimana pun berada yang telah memberikan dukungan dan semangat serta yang telah menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu kelancaran pembebasan lahan serta pembangunan Yayasan Pondok Pesantren Raudhatul Ulum.

Teungku Zaldi juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk belajar ke Surau, karna Surau termasuk salah satu tempat pendidikan di Minangkabau dan sesuai juga dengan misi Kabupaten Solok dibawah kepemimpinan Bupati Solok H. Gusmal dan Wakil Bupati Solok Yulfadri Nurdin “Adat Basandi Syara’, Syara’Basandi Kitabullah”salah satu isi dari misi tersebut Babaliek Kasurau dan Magrib Mengaji serta Subuh Berjamaah.

Terakhir Teungku Zaldi Malin Marajo berharap kepada seluruh ummat dan pemerintah serta perantau Ranah Minang untuk menyisihkan sebagian hartanya guna memajukan pembangunan dan pembebasan lahan Pondok Pesantren Raudhatul Ulum yang beralamat di Jalan Raya Solok-Alahan Panjang Jorong Koto Tingga Nagari Sirukam Kecamatan Payung Sekaki Kabupaten Solok Sumatera Barat. (Andar MK).

Pos terkait